• Joint Studio PWK Undip-Thammasat University

    Posted on April 19th, 2010 admin No comments

    Semarang, undip.ac.id - Sistem pengajaran yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar di berbagai institusi pendidikan, demikian pula halnya bagi Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Demi memenuhi tuntutan zaman untuk belajar lebih efektif, yakni menuntut ilmu sekaligus terlibat langsung dalam pendekatan komunikatif terhadap objek kajian, PWK undip melakukan kegiatan Joint Studio dalam bidang pembangunan perkotaan dengan Department of Urban Planning Faculty of Architecture and Planning, Thammasat University, Bangkok, Thailand.

    Kegiatan joint studio yang bertema Urban Informal Sectors Survival Strategies ini mengambil Kota Semarang sebagai lokasi studi. Ada empat fokus yang diangkat dalam studi tersebut, yakni perumahan kumuh, perdagangan kaki lima, transportasi informal, serta pengelolaan sampah oleh masyarakat.

    Kegiatan bersama itu melibatkan 50 mahasiswa Undip dan 15 mahasiswa Universitas Thammasat, serta dua dosen pendamping dari Undip, yaitu Ir Jawoto Sih Setyono MDP dan Ir Artiningsih MSi, sedangkan rombongan dari Thammasat dibimbing Ramon C Sevilla PhD.

    Pemetaan Potensi

    Selama kegiatan (29 Maret-10 April 2010), mahasiswa mengumpulkan data dan mengamati 12 lokasi di Kota Semarang, di antaranya Simpanglima, Pasar Johar, Tlogosari, Mijen, Poncolsari, Tembalang, dan Sampangan.

    Saat pengumpulan data, mahasiswa menyebarkan kuesioner, melakukan wawancara, serta membuat pemetaan potensi dan permasalahan yang berhubungan dengan sektor informal, selanjutnya diharapkan mahasiswa mampu memberikan rekomendasi bagi penanganan permasalahan sektor informal kota, khususnya di Kota Semarang, kepada semua pihak yang membutuhkan.

    Sebagai wujud kerja sama yang berkesinambungan, rencananya semester mendatang Joint Studio ini diselenggarakan di Thailand. Mahasiswa Undip akan me laksanakan kegiatan lapangan di beberapa lokasi di Bangkok dan kota-kota di sekitarnya.

    Aspek positif yang lebih luas diharapkan muncul setelah kegiatan itu usai, misalnya mampu sebagai proyek percontohan bagi pengembangan pola pendidikan bagi jurusan-jurusan lain di berbagai Universitas di Indonesia.

    Berita Terkait: Suara Merdeka, 19 April 2010

    Detik.com, 19 April 2010

    Comments are closed.