FISIP UNDIP Perkuat Jejaring Internasional melalui Buka Puasa Bersama Alumni Australia

Semarang (23/02) – Suasana kebersamaan dan kehangatan bulan suci Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi antarbangsa. Hal ini diwujudkan dalam acara Buka Puasa Bersama Alumni Australia di Semarang yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di lingkungan kampus, dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) dipercaya sebagai tuan rumah.

Hadir dalam acara tersebut Konsul Jenderal Australia untuk Surabaya, Glen Askew, yang dalam sambutannya menekankan bahwa nilai-nilai yang diajarkan selama bulan Ramadan selaras dengan fondasi hubungan kedua negara.

“Ramadan mengajarkan kita tentang disiplin, ketekunan, dan pengabdian. Nilai-nilai ini juga menjadi fondasi hubungan antara Australia dan Indonesia,” ujar Glen Askew di hadapan para alumni dan tamu undangan.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejarah kerja sama yang telah dimulai sejak tahun 1949, mencakup kolaborasi di bidang pendidikan, perdagangan, keamanan, hingga pertukaran budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Glen Askew juga menyoroti peran vital para individu yang tergabung dalam komunitas alumni. Menurutnya, jejaring dan pemahaman lintas budaya yang terbangun merupakan aset paling berharga dalam menjaga keberlanjutan hubungan bilateral.

“Jika Australia adalah mitra Anda, maka Anda adalah pihak yang menggerakkannya. Jika kami membuka pintu kolaborasi, Andalah yang melangkah masuk dan membuatnya berhasil.” Pesan ini disambut antusias oleh para hadirin yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari akademisi, praktisi kesehatan, hingga wirausahawan.

Sebagai tuan rumah, Dekan FISIP UNDIP, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FISIP UNDIP. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi yang telah terjalin selama ini.

“Kehangatan ini adalah bagian dari upaya penting bagi kita semua untuk terus memperkuat jejaring dan kolaborasi,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Dr. Teguh juga memaparkan sejumlah program kerja sama konkret antara Kedutaan Besar Australia dan UNDIP, seperti keberadaan Aussie Banget Corner, program Double Degree dengan universitas di Australia, serta rencana penyelenggaraan Australian Day dalam waktu dekat.

Suasana semakin khusyuk ketika memasuki sesi Tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Abdul Ghofar Ismail, alumni Australia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam tausiah singkatnya, ia mengajak hadirin merefleksikan makna Surah Al-Ashr dan Al-Ma’un sebagai landasan membangun kesadaran sosial dan kolaborasi yang bermakna.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting yang juga merupakan bagian dari komunitas alumni, baik dari lingkungan UNDIP maupun dari Universitas lain di Kota Semarang. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan kuatnya jaringan profesional yang terbangun melalui program-program alumni Australia.

Lebih dari sekadar acara berbuka puasa, kegiatan ini menjadi ruang nostalgia bagi para alumni untuk kembali terhubung dengan rekan lama sekaligus membangun jejaring profesional baru. Momentum Ramadan ini sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan yang erat, berkelanjutan, dan saling menguatkan antara Australia dan Indonesia melalui kontribusi aktif komunitas alumninya. (Komunikasi Publik/ FISIP/ Rif’at/ ed. Nurul)

Share this :