Semarang, UNDIP (23/4) – Universitas Diponegoro menyelenggarakan prosesi pelepasan calon jamaah haji tahun 2026 yang diikuti oleh 23 dosen dan tenaga kependidikan dari berbagai fakultas serta unit kerja. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Abdurrahman, Rektorat Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang pada Kamis, 23 April 2026 sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual dan mempererat kebersamaan di lingkungan kampus.
Acara diawali dengan pelaksanaan Salat Dzuhur berjamaah, dilanjutkan dengan seremoni pelepasan yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan serta pasangan jamaah haji. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan doa, para calon jamaah mendapatkan dukungan moral sekaligus penguatan nilai-nilai ibadah sebelum keberangkatan.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengajak para jamaah untuk menjalani ibadah haji dengan penuh kesadaran, ketulusan, serta menjaga pikiran dan sikap agar tetap positif. Menurutnya, pengalaman spiritual di Tanah Suci merupakan perjalanan batin yang tidak hanya berdampak saat ibadah berlangsung, tetapi juga setelah kembali ke tanah air.
“Ibadah haji adalah perjalanan yang sangat istimewa. Manfaatkan setiap momen dengan sebaik-baiknya, perbanyak doa, dan jaga pikiran agar tetap positif. Pikiran yang baik akan membawa kesehatan, ketenangan, dan kekuatan dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah,” ungkap Prof. Suharnomo.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kemabruran haji sejatinya tercermin dari perubahan sikap dan kontribusi nyata setelah kembali. Ia berharap para jamaah dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat. “Sepulang dari Tanah Suci, semoga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi justru semakin meluas. Jika sebelumnya kontribusi kita sudah baik, maka setelah haji seharusnya menjadi lebih besar lagi lebih bermartabat dan semakin bermanfaat,” tambahnya.

Prof. Suharnomo juga berpesan agar para jamaah menjaga kesehatan, kesabaran, serta kekompakan selama menjalankan ibadah. Ia mengingatkan perjalanan haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental, sekaligus kemampuan untuk saling membantu dan menghargai sesama.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum, dan Organisasi UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan kegiatan pelepasan ini merupakan wujud nyata perhatian dan dukungan institusi kepada civitas academica yang akan menunaikan ibadah haji, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahim dan memanjatkan doa bersama. Ia menyebutkan pada tahun 2026, terdapat 23 jamaah haji dariberbagai fakultas dan unit kerja dilingkungan UNDIP yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan beserta pasangan.
“Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Mewakili para calon jamaah, Prof. Anis Chariri, S.E., M.Com., Ph.D., Akt., menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas kesempatan yang datang lebih cepat dari perkiraan. Ia mengungkapkan semula keberangkatannya diproyeksikan pada tahun 2027, namun berdasarkan pembaruan data pada November 2025, jadwal tersebut maju ke tahun 2026.
Menurutnya, hal ini menjadi anugerah yang patut disyukuri sekaligus amanah yang perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, mengingat ibadah haji menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memohon doa dari seluruh civitas academica agar seluruh jamaah diberikan kelancaran dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kelancaran, dan kemabruran seluruh jamaah. Suasana haru teriring untaian doa yang ditujukan agar para calon jamaah senantiasa dalam lindungan Tuhan selama menjalankan ibadah.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen UNDIP dalam membentuk insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual serta memiliki kepedulian sosial, selaras dengan semangat kampus untuk menjadi lebih bermartabat dan bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)









