UNDIP, Semarang (9/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi dan sitasi ilmiah para dosennya. Sejumlah dosen UNDIP tercatat dalam Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators yang dipublikasikan oleh Elsevier Data Repository pada 7 Oktober 2026.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya kontribusi akademisi UNDIP dalam percakapan ilmiah global. Kehadiran peneliti UNDIP dalam basis data internasional tidak hanya mencerminkan produktivitas publikasi, tetapi juga menunjukkan bagaimana karya ilmiah yang dihasilkan menjadi rujukan bagi pengembangan pengetahuan di berbagai bidang. Pengakuan berbasis sitasi ini menjadi salah satu cerminan reputasi akademik yang dibangun melalui kualitas penelitian, konsistensi publikasi, dan jejaring kolaborasi internasional.
Pada kategori Career-Long Impact atau All Years, tiga dosen UNDIP yang terdaftar yaitu Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T, dan Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D. Kategori ini menggambarkan rekam jejak dampak sitasi ilmiah seorang peneliti sepanjang karier akademiknya hingga akhir 2025.
Basis data yang dikembangkan oleh John P. A. Ioannidis tersebut memuat indikator sitasi ilmuwan dari berbagai bidang keilmuan berdasarkan data Scopus. Pemeringkatan ini mencakup dua kategori utama, yaitu Career-Long Impact atau dampak sitasi sepanjang karier dan Single-Year Impact yang mengukur dampak sitasi pada tahun 2025.
Sementara itu, kategori Single-Year Impact menyoroti pengaruh publikasi ilmiah berdasarkan sitasi yang diterima selama tahun kalender 2025. Kategori ini memberikan gambaran mengenai kontribusi dan keterlihatan karya ilmiah para peneliti dalam perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kontribusi para dosen yang berhasil memperoleh pengakuan dalam basis data ilmuwan berpengaruh dunia tersebut. Menurutnya, capaian ini mencerminkan komitmen UNDIP untuk membangun keunggulan akademik melalui riset yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.
“Masuknya tujuh dosen UNDIP dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bahwa kualitas perguruan tinggi dibangun melalui kerja akademik yang konsisten. Inilah semangat UNDIP Bermartabat, yaitu menghadirkan keunggulan akademik yang diakui secara internasional. Namun, keunggulan tersebut harus berjalan seiring dengan semangat UNDIP Bermanfaat, ketika ilmu pengetahuan dan hasil penelitian mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Rektor menambahkan bahwa pengakuan internasional terhadap para peneliti perlu menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya dosen dan peneliti muda, untuk terus mengembangkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Bagi UNDIP, reputasi internasional bukanlah tujuan akhir. Reputasi harus menjadi jalan untuk memperluas manfaat ilmu pengetahuan. Kami ingin semakin banyak hasil riset UNDIP yang menjadi rujukan dunia, sekaligus dapat diterapkan untuk menjawab tantangan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, energi, lingkungan, kesehatan, hingga pengembangan teknologi,” tegasnya.
Profil 7 Dosen UNDIP yang Masuk Daftar Top 2% Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2026
Masuknya 7 dosen UNDIP dalam daftar bergengsi ini merupakan refleksi kualitas riset Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia. Berikut profil 7 Ilmuwan UNDIP yang masuk daftar Top 2% Ilmuwan Dunia tahun 2026:
- Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU (Peringkat: 55.493)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Bioproses, Energi
Sebagai pakar dalam bidang teknologi lingkungan, Hadiyanto telah memimpin berbagai penelitian tentang pengelolaan sumber daya air dan energi terbarukan. Penelitiannya memiliki dampak langsung pada mitigasi perubahan iklim dan pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Dia juga aktif berkolaborasi dalam proyek internasional yang fokus pada solusi berkelanjutan. - Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D. (Peringkat: 62.198)
Asal Fakultas: Fakultas Peternakan dan Pertanian
Expertise: Nutrisi Hewan dan Bioteknologi Pertanian
Dia dikenal atas kontribusinya dalam penelitian nutrisi hewan, terutama pada peningkatan produktivitas dan kesehatan ternak. Penelitiannya sangat relevan dalam meningkatkan ketahanan pangan dan sektor agrikultur di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, karya-karyanya sering kali dijadikan referensi dalam pengembangan pakan ternak yang lebih efektif. - Prof. Ir. Tutuk Djoko Kusworo, S.T., M.Eng., Ph.D. (Peringkat: 119.380)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Membran, Pemisahan Gas
Ahli internasional dalam teknologi membran untuk air, pengolahan limbah, pemisahan gas, dan produksi tabung nano karbon. Beliau juga Editor pada sejumlah jurnal internasional bereputasi. - Prof. Dr. Ir. Andri Cahyo Kumoro, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng. (Peringkat: 142.884)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Pemrosesan Hasil Pertanian
Selain menguasai teknologi pemrosesan hasil pangan, Prof. Andri juga meneliti limbah industri dan perkotaan. Karyanya tentang teknologi pemrosesan pangan (ikan, kopi, dll.) banyak menjadi rujukan global. - Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Peringkat: 229.140)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Tribology, Engineering Design
Guru Besar tetap di UNDIP ini menempuh sarjana dan magister di ITB (1999 dan 2001), serta doktor di Twente University, Belanda (2006). Risetnya di bidang bio-tribology memberi kontribusi penting dalam desain teknik modern. - Prof. Dr. Ir. Athanasius Priharyoto Bayuseno, S.T., M.Sc. (Peringkat: 254.259)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Material Science, Mechanical Engineering
Ilmuwan baru dari UNDIP yang berhasil masuk daftar 2% Ilmuwan Teratas Dunia tahun ini. Fokus risetnya pada material science, struktur mikro, dan rekayasa teknik, yang memberi kontribusi penting pada pengembangan ilmu rekayasa material dan aplikasinya di industri. - Prof. Dr. Eng. Achmad Widodo, S.T., M.T. (Peringkat: 267.581)
Asal Fakultas: Fakultas Teknik
Expertise: Artificial Intelligence, Machine Fault Diagnosis Prognosis
Sarjana dari UNDIP (1998), magister dari ITB (2000), dan doktoral dari Pukyong National University, Korea Selatan (2007). Aktif mengajar di Teknik Mesin UNDIP dan meneliti sistem machine learning untuk diagnosis kerusakan mesin.
Terdaftarnya dosen UNDIP dalam basis data tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi civitas academica dalam ekosistem penelitian global. Capaian ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi, kolaborasi riset, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberagaman bidang keilmuan ketujuh dosen tersebut, mulai dari energi terbarukan, bioteknologi pertanian, teknologi membran, rekayasa material, hingga kecerdasan buatan, menunjukkan potensi riset UNDIP dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Kontribusi ini sejalan dengan arah pengembangan penelitian UNDIP yang memberikan perhatian pada persoalan lingkungan, teknologi, dan pembangunan wilayah tropis, pantai, serta pesisir secara berkelanjutan.
UNDIP terus mendorong penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperluas kontribusi universitas di tingkat nasional maupun internasional. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri & As3)














