UNDIP, Semarang (26/1) – Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, mengambil langkah strategis untuk memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Posyandu di Provinsi Jawa Tengah melalui inisiasi kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP). Kolaborasi ini fokus pada pengembangan layanan kesehatan mental, peningkatan kapasitas sumber daya, serta dukungan tumbuh kembang anak yang lebih komprehensif. Langkah ini ditandai dengan audiensi intensif antara Tim Pembina Posyandu/Bunda PAUD Jateng dengan pimpinan Fakultas Psikologi UNDIP di Ruang Rapat Fakultas Psikologi Kampus UNDIP Tembalang, Semarang.
Pertemuan ini menjadi tonggak awal penjajakan kerja sama yang akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk pelaksanaan program terukur dalam waktu dekat.
Fokus kolaborasi antara Bunda PAUD Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro diarahkan pada penguatan layanan Posyandu dan PAUD yang berorientasi pada kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.
Melalui kerja sama ini, kapasitas kader Posyandu dan pendidik PAUD diperkuat melalui pelatihan berbasis psikologi, termasuk deteksi dini permasalahan perkembangan dan pendampingan psikologis bagi anak serta keluarga. Fakultas Psikologi UNDIP juga akan berperan dalam penyediaan edukasi dan layanan psikologis bagi kelompok rentan, guna mewujudkan layanan Posyandu dan PAUD yang lebih holistik, preventif, dan berkelanjutan di Jawa Tengah.
Menurut Ning Nawal, aspek kesehatan mental anak kini menjadi isu krusial di layanan komunitas karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan dan kesejahteraan keluarga. Ia menekankan bahwa layanan psikologi harus hadir sebagai bagian dari inovasi layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Masyarakat (SPM), yang mencakup berbagai sektor pelayanan umum di masyarakat. “Maka untuk menyukseskan 6 SPM tersebut butuh kolaborasi dari banyak pihak, termasuk kampus,” jelasnya.
Dekan Fakultas Psikologi UNDIP, Prof. Dian Ratna Sawitri, menyatakan kesiapan akademisi untuk mendukung kolaborasi. “Kami mengharapkan adanya jalinan kerja sama yang lebih erat lagi dalam area psikologi keluarga dan kesehatan mental, juga kerja sama dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan kader PAUD dan Posyandu, pengelolaan siswa berkebutuhan khusus, hingga pemulihan kesehatan mental di area bencana,” ujarnya.
Pihak Fakultas Psikologi UNDIP juga siap menerjunkan sumber daya profesional untuk program pelatihan, pendampingan anak berkebutuhan khusus, serta intervensi psikologis di masyarakat.
Pertemuan ini menjadi awal dari proses kolaboratif yang akan diikuti dengan asesmen kebutuhan, penyusunan modul intervensi, dan penandatanganan PKS antara Pokja Bunda PAUD & Tim Pembina Posyandu Jateng dengan Fakultas Psikologi UNDIP. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan program berkelanjutan yang berdampak luas bagi anak, keluarga, dan masyarakat di Jawa Tengah. Sejalan dengan komitmen “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”. (Komunikasi Publik/UNDIP/Aldani)







