UNDIP, Temanggung (21/1) – Universitas Diponegoro melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyerahkan alat plasma ozon dan pengering surya kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung. Acara penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya dilakukan di balai desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Acara dihadiri oleh pimpinan daerah, perwakilan DPRD dan tokoh masyarakat. Penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat Desa Campurejo, Kabupaten Temanggung.
Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., yang mewakili Rektor Universitas Diponegoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro melalui LPPM terus mengembangkan hasil-hasil riset tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Temanggung ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan kebermanfaatan Universitas Diponegoro, yang diwujudkan melalui Program Kemiskinan dan Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan diimplementasikan melalui LPPM UNDIP.
Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM UNDIP, Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa alat plasma ozon karya inovasi Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, dosen Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, berfungsi utama untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian, seperti cabai dan juga berbagai jenis sayuran lainnya. Cabai yang normalnya hanya bertahan sekitar tiga hari menjadi hingga satu minggu atau lebih, bahkan jika dikombinasikan dengan peyimpanan berpendingin, akan bertambah daya tahannya hingga dua-tiga bulan. Dengan umur simpan yang lebih panjang, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen secara cepat saat panen raya, sehingga harga dapat distabilkan dan petani memiliki kendali lebih besar atas waktu penjualan. Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas pendapatan petani sekaligus menjaga harga tetap wajar bagi konsumen, dan tentu berkontribusi menjadi inflasi daerah. Adapun alat Pengering Surya inovasi dari Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., dapat mempersingkat waktu pengeringan komoditi pertanian, seperti kopi, jagung, gabah dan lain-lain, sehingga pengolahan hasil panen dapat menjadi jauh lebih efisien, apalagi di musim hujan ini.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan sangat mengapresiasi Universitas Diponegoro, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, atas kepedulian dan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa potensi pertanian di desa Campurejo sangat beragam. Sehingga pemberian alat plasma ozon dan pengering surya ini dinilai tepat sasaran untuk mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Sementara peneliti UNDIP, Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA menyampaikan keunggulan lain dari teknologi alat plasma ozon ini adalah kemampuannya mengurangi pembusukan dan residu pestisida, sehingga produk pertanian yang sebelumnya ditanam secara konvensional dapat memiliki kualitas setara produk organik setelah proses pencucian ozon. Hal ini meningkatkan nilai jual produk dan memungkinkan hasil pertanian diterima oleh pasar modern, dengan kualitas dan nilai gizi yang tetap terjaga.

Apabila dikombinasikan dengan sistem penyimpanan dingin (cold storage), teknologi plasma ozon dapat memperpanjang masa simpan produk hingga dua sampai tiga bulan. Dengan demikian, petani dapat mengelola stok secara bertahap dan menghindari kerugian pasca panen (food loss) yang selama ini cukup besar.
Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., menjelaskan bahwa alat pengering surya yang dirancang dengan sistem hybrid tenaga matahari dan infrared. Alat pengering ini diharapkan sangat bermanfaat untuk komoditas unggulan daerah, seperti kopi, serta produk pertanian lainnya karena dapat mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan nilai tambah hasil panen.
Pada kesempatan ini baru satu alat yang dapat diserahkan, sementara alat lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Teknologi ini merupakan bagian dari program Universitas Diponegoro dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan. Pendekatan ini menekankan pemanfaatan teknologi sebagai solusi utama untuk meningkatkan nilai dan hasil produksi pertanian tanpa perlu menambah luas lahan, khususnya bagi petani kecil di wilayah pedesaan.(Komunikasi Publik/UNDIP/ Ut & Sdq)








