Dosen FPIK UNDIP Kaji Fosil Hiu Purba Megalodon di Perairan Indonesia

UNDIP, Semarang (6/5) Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Agus Hartoko, mengungkap fakta ilmiah mengenai keberadaan megafauna purba di perairan Indonesia, khususnya hiu purba Megalodon (Otodus megalodon). Spesies raksasa ini diidentifikasi pernah mendiami kawasan laut hangat di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada masa Miocene hingga Pliocene sekitar 16 juta hingga 3,5 juta tahun yang lalu. Berdasarkan bukti fosil gigi yang ditemukan, Megalodon memiliki dimensi tubuh yang sangat masif dengan panjang mencapai lebih dari 18  meter dan bobot minimal mencapai 65 ton.

Secara geologis, kehadiran predator puncak ini di Nusantara dipicu oleh posisi Indonesia yang berada di titik temu tiga lempeng benua utama, yakni Asia, Australia, dan Pasifik. Pertemuan landas kontinen ini menciptakan ekosistem perairan yang sangat subur, sehingga menjadi titik temu berbagai flora dan fauna dari berbagai penjuru dunia. Prof. Agus Hartoko menegaskan dalam pemaparannya, “Mengapa bisa ada di Indonesia? Karena Indonesia terbangun dari pertemuan tiga lempeng benua, yaitu Asia-Australia-Pasifik,” jelasnya.

Meskipun Megalodon telah dinyatakan punah pada pertengahan masa Pliocene akibat perubahan kondisi lautan global, jejak keberadaannya di Indonesia memberikan nilai strategis bagi kajian akademis nasional. Identifikasi berbagai spesies hiu purba melalui temuan fosil gigi menjadi bukti autentik bahwa dinamika alam Indonesia telah membentuk kekayaan alam yang unik dan bersejarah. Riset mendalam mengenai hewan-hewan purba ini menjadi instrumen penting untuk membuka mata dunia internasional terhadap potensi dan sejarah maritim yang dimiliki Indonesia.

Sebagai penutup, eksplorasi fakta-fakta fauna purba dan fenomena alam di perairan Nusantara diharapkan dapat memperkuat semangat kedaulatan bangsa Indonesia atas kekayaan lautnya. Pengetahuan mengenai warisan alam ini bukan sekadar kajian sejarah, melainkan fondasi untuk mengokohkan kedaulatan sumber daya kelautan oleh anak bangsa. Prof. Agus Hartoko menekankan pentingnya riset berkelanjutan terhadap seluruh potensi flora dan fauna laut Indonesia untuk menjaga martabat dan kekayaan negeri di masa depan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)

(dilansir dari media Suara Merdeka.)

Share this :
No data was found