UNDIP, Semarang (26/6) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar seminar kesehatan bertajuk “Mencegah Sarkopenia, Menjaga Otot dan Tulang di Usia Jelita” sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, mengenai pentingnya menjaga kesehatan otot dan tulang seiring bertambahnya usia, terutama pada usia Jelang Lima Puluh (Jelita).
Seminar menghadirkan 2 (dua) narasumber Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, yakni dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., SpKFR, Ger-K, SpDLP, FISPH, FISCM, AIFO-K dan dr. Aditya Paramita Andini, SP.krf, AIFO-K. Kegiatan berlangsung di Ballroom hotel Horison Inn Antawirya, kampus UNDIP Tembalang pada Jumat, 26 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh anggota DWP yang terdiri dari 15 (lima belas) unit pelaksana, 150 orang ibu di lingkungan Universitas Diponegoro. Dalam sambutannya, Ketua DWP UNDIP, Dewi Widayani Suharnomo menyampaikan bahwa menjaga kesehatan otot dan tulang merupakan investasi penting untuk mewujudkan usia lanjut yang sehat, aktif, dan mandiri. Melalui seminar ini, peserta diharapkan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah pencegahan sarkopenia melalui pola hidup sehat.
Dalam kesempatan itu juga DWP UNDIP melaunching majalah ‘Permata Jelita’ yang menampilkan profil Hasbiyah Iskandar istri Prof. Mohamad Nasir (Ketua Majelis Wali Amanat UNDIP). Ia dikenal sebagai pribadi yang sholehah yang sering didaulat memimpin doa pada kegiatan Dharma Wanita Persatuan UNDIP. Informasi yang tak kalah penting disampaikan pula oleh Ketua DWP UNDIP bahwa TPA (Tempat Penitipan Anak) Permata UNDIP menjadi TPA terbaik di kota Semarang tahun 2026. Capaian tersebut membuktikan bahwa para pengasuh TPA Permata UNDIP cakap dan amanah.

Pada sesi paparan, narasumber dr. Hari Peni Julianti, M.Kes., SpKFR, Ger-K, SpDLP, FISPH, FISCM, AIFO-K menjelaskan bahwa pencegahan sarkopenia dapat dilakukan melalui konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, aktivitas fisik secara teratur terutama latihan kekuatan otot, menjaga kesehatan tulang, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga berat badan ideal dan mencukupi kebutuhan vitamin serta mineral yang berperan dalam kesehatan otot dan tulang.
Berkenaan dengan aktivitas fisik untuk mencegah sarkopenia, narasumber dr. Aditya Paramita Andini, SP.krf, AIFO-K memperagakan gerakan olah raga yang dapat dilakukan untuk mencegah sarkopenia. Dokter Mita, yang akrab disapa mengajak peserta untuk melakukan gerakan yang dapat dilakukan, meliputi: resistance exercise (latihan yang menggunakan beban atau tahanan untuk meningkatkatkan kekuatan dan massa otot); aerobic exercise (latihan aerobik); balance training (latihan keseimbangan); flexibility exercise (latihan fleksibilitas); fuctional exercise (latihan fungsional); dan proprioceptive exercise (latihan proprioseptif). Dokter mita menyarankan untuk melakukan latihan terutama untuk usia lanjut yakni lebih dari atau sama dengan 60 tahun harus ditemani pendamping untuk mengurangi risiko seperti jatuh atau cidera.
Seminar berlangsung sangat interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Para peseta juga semangat saat mengikuti gerakan yang diperagakan oleh narasumber.

DWP UNDIP berharap kegiatan seminar ini dapat meningkatkan literasi kesehatan mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas. Dengan edukasi yang cukup mengenai pencegahan sarkopenia dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan otot dan tulang sehingga peserta khususnya ibu-ibu lanjut usia dapat menikmati masa tua yang sehat dan bermakna. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Ut)







