UNDIP, Semarang (16/10) – Membersihkan jalan kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan Sweeper EV, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan kebersihan sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Inovasi karya tim peneliti yang dipimpin Prof. Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D., dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP, turut diperkenalkan dalam perayaan Dies Natalis ke-69 UNDIP di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sweeper EV hadir untuk menjawab tantangan kebersihan di area kampus, perkotaan, hingga fasilitas publik melalui sistem penyapuan dan penyedotan sampah dalam satu kendaraan ringkas beroda tiga. Seluruh penggeraknya menggunakan baterai, termasuk untuk menjalankan kendaraan dan perangkat pembersih.
Prof. Sulistyo menjelaskan, prototipe ini dikembangkan sebagai solusi untuk mendukung kebersihan kampus yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Teknologi Sweeper EV mampu memangkas ketergantungan pada tenaga manual sekaligus menggantikan peran kendaraan pembersih konvensional yang bising dan beremisi.
“Kami mendesain kendaraan penyapu jalan dengan sistem baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik. Keunggulannya, saat beroperasi, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi CO₂ dari knalpot, sehingga lebih ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah,” jelasnya.
Dari sisi teknologi, Sweeper EV dilengkapi dengan empat sikat elektrik yang terpasang pada sisi kanan dan kiri kendaraan. Sikat tersebut bekerja mengarahkan sampah menuju bagian tengah, kemudian disedot menggunakan sistem vakum berdaya 3 kW dengan kekuatan hisap sekitar 15–20 kPa. Perangkat ini dirancang untuk menangani sampah jalanan seperti daun kering, ranting kecil, debu, dan kotoran ringan lainnya.
“Ada 4 unit penyapu, masing-masing 2 di kanan dan 2 di kiri. Ketinggian sikat dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Kecepatan putaran sikat dan kekuatan daya isap vakumnya juga bisa diatur pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan yang dibersihkan,” terang Prof. Sulistyo.
Pengaturan ini memungkinkan operator menyesuaikan kinerja kendaraan dengan kebutuhan pembersihan, termasuk ketika menangani daun dan ranting kering. Dengan sistem tersebut, proses pembersihan diharapkan berlangsung lebih terarah tanpa mengandalkan metode penyapuan dan pengumpulan yang terpisah.
Pengembangan teknologi Sweeper EV juga memperhatikan tantangan yang kerap dihadapi saat membersihkan jalan. Keberadaan benda logam kecil, seperti paku atau serpihan besi, berpotensi mengganggu mekanisme penyedotan apabila masuk ke dalam sistem. Untuk mengantisipasinya, tim peneliti tengah menyiapkan penambahan magnet trap atau perangkap magnet.
“Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah,” ungkapnya. Pengembangan fitur tersebut menjadi bagian dari evaluasi teknis agar kendaraan semakin siap digunakan pada kondisi jalan yang beragam.
Selain kemampuan membersihkan jalan, Sweeper EV juga mengutamakan efisiensi dalam pengoperasiannya. Kendaraan listrik beroda tiga ini dibekali motor berdaya 5 kW dan baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 Ah. Dengan bobot sekitar 700 kilogram, Sweeper EV diperkirakan mampu beroperasi hingga 3 jam per sekali pengisian daya, dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam. Ukurannya yang ringkas memungkinkan kendaraan ini menjangkau jalan lingkungan hingga kawasan dengan akses terbatas. Penggunaan tenaga listrik juga membuat suara mesin lebih senyap dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Kehadiran Sweeper EV pada Dies Natalis ke-69 UNDIP membuktikan kontribusi riset kampus dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi pengelolaan sampah jalanan yang terintegrasi, efisien, dan meringankan beban kerja petugas kebersihan. Dengan penyempurnaan fitur keamanan teknis, inovasi kendaraan listrik ramah lingkungan karya anak bangsa ini menegaskan komitmen UNDIP dalam menyediakan teknologi hijau yang mendukung modernisasi perkotaan. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW & Agata)









