UNDIP Berikan Beasiswa ke Sheffield Inggris Bagi Adriano Padama, Mahasiswa Pemberani yang Suarakan Kebutuhan Rakyat Pulau Alor

UNDIP, Semarang (10/8) – Setelah 4 hari di Alor bersama rombongan Menteri Pertanian, Adriano Jeconia Padama, Mahasiswa Prodi S1 Hubungan Internaional, kemarin sore kembali ke UNDIP diantar Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati dan rombongan. Mereka disambut Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharmono, S.E., M.Si. dan jajaran di Ruang Sidang Rektor, Widya Puraya.

Pada kesempatan ini Adriano yang akrap disapa Dede juga langsung berbagi cerita tentang pengalamannya selama di Alor bersama Menteri Pertanian berkeliling Alor.

“Kemarin setelah saya ke Alor bersama bapak menteri, pemerintah langsung memberikan penyaluran Bantuan Pangan alokasi tiga bulan di Alor, sekaligus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak untuk menekan dan mengendalikan kenaikan harga beras. Selain itu, dua gudang Bulog di Alor kini telah terisi penuh pasokan beras untuk menjamin ketersediaan pangan masyarakat setempat” kata Dede

Dede menambahkan jika pemerintah juga tidak hanya penanganan jangka pendek terkait pasokan beras, perhatian pemerintah juga menyentuh sektor pertanian jangka panjang.

“Setelah peninjauan langsung hingga ke desa terpencil, pemerintah juga akan memberikan berbagai bantuan sarana dan prasarana produksi tani, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, 20 unit pompa air, hingga rencana pembangunan sumur bor untuk mengatasi kendala irigasi”

Menurut Dede, pemerintah juga memberikan bantuan bibit unggul berupa padi, kelapa, serta fokus pada pengembangan bibit kakao juga disalurkan guna mendorong produksi mandiri petani lokal dan membantu mengentaskan kemiskinan di Alor secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi Bulog untuk memberikan atensi lebih bagi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharmono, S.E, M.Si. mengaku bangga karena ada mahasiswa UNDIP yang meski baru memulai perjalanan sebagai mahasiswa, Dede telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di daerah asalnya dan berani menyampaikan persoalan tersebut kepada pengambil kebijakan hingga membawa perubahan baik untuk masyarakat. Apa yang dilakukan Dede ini juga telah membawa nilai UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat bagi daerahnya. Karena itulah UNDIP berkomitmen memberikan beasiswa double degree, yang bisa diambil Adriano selepas lulus S1 nanti.

“Sebagai bentuk penghargaan, maka UNDIP memberikan beasiswa kepada Adriano untuk bisa berkuliah double degree di Magister Administrasi Publik dan MA in Politic, Governance & Public Policy di Sheffield University Inggris selepas ia menyelesaikan program S1 HI,” kata Rektor UNDIP.

Rektor menambahkan dengan program master double degree ini, nantinya Adriano bisa berkuliah 1 tahun di UNDIP dan 1 tahun di Inggris.

Menurut Rektor generasi muda memang harus memiliki keberanian menyampaikan pendapat secara santun, bertanggung jawab, dan berdasarkan kondisi nyata. Terlebih ketika keberanian tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk membantu masyarakat luas.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Adriano Jeconia Padama atau Dede, mahasiswa baru Program Studi S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro (UNDIP), viral di media massa dan media sosial setelah menyuarakan tingginya harga beras yang dirasakan masyarakat di daerah asalnya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Aspirasi tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru UNDIP Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8).

Kisah Dede menunjukkan bahwa menjadi mahasiswa tidak hanya tentang belajar di ruang kuliah. Mahasiswa juga dituntut memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya, kemampuan membaca realitas, serta keberanian menyampaikan gagasan yang dapat mendorong hadirnya solusi.

Perjalanan Dede dari Alor menuju UNDIP, menyampaikan aspirasi di hadapan Menteri Pertanian, kembali ke daerahnya, hingga pulang lagi ke kampus membawa pesan penting bagi Diponegoro Muda yaitu pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga keberanian menggunakan pengetahuan dan suara untuk memberi manfaat. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, yakni menghadirkan pendidikan yang membentuk generasi unggul sekaligus peka terhadap persoalan masyarakat. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Dhany, ed. Nurul)

Share this :
SDG-3
SDG-4-150x150-1
SDG-8