Menuju Top 500 Dunia, UNDIP Perluas Kemitraan Strategis dengan Sciences Po Paris

UNDIP, Paris (08/9) – Pada 7–8 September 2026, delegasi Universitas Diponegoro (UNDIP), Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, PhD, melakukan serangkaian pertemuan strategis di Sciences Po, Paris, salah satu institusi pendidikan tinggi dan riset paling terkemuka di dunia dalam bidang ilmu sosial, politik, hukum, dan hubungan internasional.

Posisi strategis Sciences Po dalam peta pendidikan tinggi global juga tercermin dalam capaian pemeringkatan internasionalnya. Berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026, Sciences Po menempati peringkat ke-3 terbaik di dunia dalam bidang Politics, berada di bawah Harvard University dan University of Oxford. Sciences Po juga mempertahankan posisinya sebagai universitas terbaik di Uni Eropa dalam bidang Politics selama sebelas tahun berturut-turut. Capaian tersebut semakin menegaskan posisi Sciences Po sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset politik terkemuka di dunia.

Kunjungan UNDIP ke Sciences Po menjadi bagian dari upaya serius universitas untuk memperluas jejaring internasional dengan mitra-mitra akademik kelas dunia, memperkuat kolaborasi riset global, serta membuka peluang mobilitas akademik bagi dosen dan mahasiswa.

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan dengan Prof. Jeremy Perelman, Vice President for International Affairs Sciences Po. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Presiden Bidang Internasional, Prof. Perelman memegang peran strategis dalam pengembangan kemitraan global, jejaring internasional, dan strategi kerja sama kelembagaan Sciences Po.

Wakil Rektor mengatakan, membahas berbagai peluang kerja sama antara UNDIP dan Sciences Po, khususnya dalam bidang kolaborasi riset, joint publication, joint supervision, pertukaran staf dan dosen (staff exchange), pertukaran mahasiswa (student exchange), serta pengembangan mobilitas akademik internasional.

“Selain itu, dibahas pula peluang bagi dosen UNDIP untuk melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Sciences Po dengan dukungan beasiswa LPDP. Kerja sama juga berpotensi dikembangkan melalui skema joint supervision atau co-supervision, khususnya bagi mahasiswa doktoral, yang memungkinkan penguatan pembimbingan akademik dan jejaring riset antara UNDIP dan Sciences Po”, tambahnya

Delegasi UNDIP juga melakukan pertemuan dengan Stéphane Lacroix, akademisi Sciences Po yang memiliki kepakaran pada kajian politik dan agama di dunia Muslim. Pertemuan tersebut membuka ruang eksplorasi bagi pengembangan kolaborasi riset internasional, khususnya pada bidang-bidang yang menjadi kekuatan akademik UNDIP dan Sciences Po.

Selain itu, delegasi UNDIP bertemu dengan Stéphanie Balme, Direktur Centre de recherches internationales (CERI), salah satu pusat riset penting di Sciences Po. Pertemuan tersebut menjadi pintu masuk untuk menjajaki kemungkinan kerja sama riset antara UNDIP dan CERI, termasuk pengembangan proyek penelitian bersama, joint publication, seminar akademik, dan perluasan jejaring antarpeneliti.

Rangkaian pertemuan juga memperkuat koneksi UNDIP dengan komunitas akademik yang memiliki perhatian besar terhadap Asia Tenggara melalui diskusi bersama David Camroux, akademisi dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang dalam kajian politik dan hubungan internasional Asia Tenggara. Pertemuan ini membuka peluang untuk memperkuat kolaborasi akademik mengenai perkembangan politik, demokrasi, dan dinamika kawasan.

Tidak hanya berfokus pada agenda kerja sama kelembagaan dan riset, kunjungan UNDIP ke Sciences Po juga mencakup pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Sciences Po. Dalam kesempatan tersebut, digelar sebuah seminar dan diskusi mengenai kondisi politik terbaru di Indonesia, yang membahas berbagai dinamika politik, perkembangan demokrasi, serta tantangan kontemporer yang dihadapi Indonesia.

Secara keseluruhan, rangkaian kunjungan selama dua hari, 7–8 September 2026, menghasilkan sejumlah peluang kerja sama strategis yang akan terus ditindaklanjuti, mulai dari kolaborasi penelitian, joint publication, joint supervision, pertukaran dosen dan tenaga kependidikan, pertukaran mahasiswa, visiting scholar, hingga peluang studi doktoral bagi dosen UNDIP melalui dukungan beasiswa LPDP.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan UNDIP dalam memperluas kemitraan dengan universitas dan pusat riset internasional terkemuka. Penguatan jejaring dengan Sciences Po dan CERI diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas internasional UNDIP, tetapi juga menghasilkan kolaborasi akademik yang konkret, berkelanjutan, dan berdampak bagi pengembangan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan internasionalisasi Universitas Diponegoro (Komunikasi Publik/ UNDIP)

Share this :
SDG-17
SDG-4-150x150-1