Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

5th Summer School Sekolah Vokasi UNDIP Berlangsung Sukses Diikuti Peserta dari 5 Negara

SEMARANG- Program Summer School yang diselenggarakan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) yang diikuti peserta dari sedikitnya lima negera, berlangsung sukses. Program Vocational International Program (VIP) yang bertajuk resmi “Summer School ke-5 dengan tema Overcoming Impact of the Covid-19 Pandemic on Indonesia Economic, Tourism & Industry” merupakan program tahunan yang diinisiasi Sekoloah Vokasi Undip.

Dekan Sekolah Vokasi Undip, Prof Dr Ir Budiyono MSi, mengatakan Vocational International Program merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi Undip dan menjadi bagian dari upaya memasuki world class university. Kegiatan tahun ini adalah VIP kali yang ke-5, dan berlangsung 5 Juli hingga 18 Juli 2021.

Menurut Budiyono, program ini menjadi wadah untuk membangun komunikasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan dari berbagai negara untuk belajar tentang hal baru yang berkait dengan masalah-masalah aktual. Adanya wabah Covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia, tema tersebut pula yang diangkat dengan mengkaji dampaknya terhadap ekonomi, pariwisata dan industry.

‘’Acara ini diiikuti 40 orang, dengan  peserta yang tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga dari negara-negara lain.  Para peserta dari luar negeri ini, diantaranya adalah berasal dari  Negara Tanzania, Malaysia, Gambia, Pakistan, serta beberapa negara lainnya,’’ katanya, saat membuka secara resmi Vocational International Program (VIP) Summer School tersebut.

Wakil Ketua International Office Universitas Diponegoro, Anggun Puspitarini Siswanto ST PhD, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dihelat Undip. Para peserta dalam kesempatan ini berdiskusi terkait materi-materi dengan topik yang sangat menarik. Diantaranya menyangkut  keadaan negara Indonesia pada masa pandemi Covid-19. ‘’Melalui program ini, praktisi, para ahli, serta mahasiswa dapat berbagi ilmu pengetahuan dan juga pengalaman,’’ jelasnya.

Sejumlah pembahasan dilakukan terkait dampak Covid-19 terhadap Indonesia. Selain dampak, dalam dialog juga muncul gagasan dan saran yang bisa dilakukan bagaimana agar sektor industri, pariwisata dan ekonomi tetap bisa bergerak. Strategi memasuki era new normal pun dikupas dalam forum ini.

Tujuan lain Summer School yang diselenggarakan Sekolah Vokasi Undip adalah mendapat masukan serta menciptakan hubungan dan kerjasama yang kuat dengan mahasiswa dari berbagai negara sebagai calon pemimpin masa depan. Dalam forum ini, para peserta bisa melihat bagaimana keadaan Indonesia serta referensi tentang kondisi pariwisata di Indonesia di era new normal, yang ditampilkan Kota Semarang melalui Virtual Tour.

Kegiatan ini juga diisi dengan Focus Group Discussion yang membahas tantangan dan penanggulangan dampak pandemi ini dari segi industri, pariwisata, dan ekonomi. Diskusi-diskusi yang dilakukan banyak mengangkat pengalaman para pelaku, dan perbandingan dari Indonesia dengan negara asal masing-masing peserta.

Sebagai acara penutup setiap peserta yang mewakili negaranya tampil dalam virtual concert. Hal itu diadakan sebagai pengalaman langsung untuk pemahaman lintas budaya. (tim humas)

Share this :

Category

Arsip

Related News