UNDIP Pusat Inovasi Ilmiah: 110 Jurnal Tembus Terakreditasi ARJUNA

UNDIP, Semarang (04/04) – Universitas Diponegoro terus menunjukkan kiprah unggulnya dalam dunia akademik dan riset. Hingga Maret 2025, sebanyak 110 jurnal ilmiah terbitan UNDIP telah terakreditasi di ARJUNA, termasuk 8 jurnal yang berhasil meraih peringkat tertinggi Sinta 1. Capaian ini menegaskan komitmen UNDIP dalam menjaga kualitas tata kelola dan substansi publikasi ilmiah bertaraf nasional dan internasional.

Hasil ini didasarkan pada SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 10/C/C3/DT.05.00/2025 tanggal 21 Maret 2025 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2025. LPPM UNDIP mengucapkan selamat dan sukses selalu kepada 32 jurnal UNDIP dan pengelolanya atas pencapaian dalam memperoleh akreditasi baru dan mempertahankan akreditasinya. Tujuh jurnal berhasil naik peringkat, enam jurnal mendapatkan akreditasi baru, dan 19 jurnal lainnya mempertahankan akreditasinya.

Berdasarkan Pedoman Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA), peringkat akreditasi dinyatakan dengan peringkat Sinta, mulai dari S1 sampai S6. Dari 32 jurnal UNDIP tersebut, empat jurnal mendapatkan peringkat tertinggi S1, yaitu Journal of Biomedicine and Translational Research (JBTR), Nurse Media Journal of Nursing (NMJN), ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences (IJMS), dan Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis (BCREC).

Enam jurnal mendapat peringkat S2, yaitu Jurnal Sejarah Citra Lekha, Indonesian Journal of Oceanography, Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, Jurnal Anestesiologi Indonesia, Politika: Jurnal Ilmu Politik, dan Diponegoro Law Review. Dua puluh dua jurnal lainnya mendapatkan peringkat S3 sampai S5.

Proses akreditasi merupakan upaya penilaian jurnal terhadap standar sesuai Pedoman ARJUNA, yaitu meliputi standar tata kelola dan standar substansi isi. Jurnal harus memenuhi standar tata kelola, yaitu standar isi situs web jurnal yang memuat informasi tentang penerbit, etika publikasi,  tim penyunting, petunjuk penulisan yang lengkap, penggunaan referensi primer, keteraturan penerbitan, dan proses penyuntingan jurnal secara daring. Jurnal juga harus memenuhi standar substansi isi, yaitu meliputi konsistensi gaya selingkung dan kualitas isi artikel yang diterbitkannya.

Dengan hasil akreditasi periode 1 tahun 2025 ini, UNDIP saat ini telah mempunyai 110 jurnal terakreditasi yang diterbitkan oleh seluruh fakultas, sekolah, pusat penelitian, dan lembaga atau unit di lingkungan UNDIP. Berdasarkan peringkatnya, delapan jurnal terakreditasi S1, 34 jurnal S2, 37 jurnal S3, 20 jurnal S4, 10 jurnal S5, dan 6 jurnal S6.

Jurnal-jurnal UNDIP menerima artikel ilmiah dari para peneliti nasional dan internasional di berbagai bidang kajian, meliputi bidang keteknikan dan teknologi, bidang komputer, informasi, dan matematika, bidang hukum, ilmu sosial dan humanika, bidang ilmu alam dan lingkungan, bidang kesehatan dan kedokteran, bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen, bidang pertanian, pangan, dan peternakan, dan bidang perkapalan, kelautan, dan perikanan. Informasi lengkap tentang jurnal tersebut dapat dilihat di portal web jurnal UNDIP.

Menanggapi hal ini Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. mengatakan Pencapaian 110 jurnal terakreditasi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan UNDIP sebagai universitas riset bertaraf internasional. Kami meyakini bahwa kekuatan sebuah perguruan tinggi terletak pada kontribusinya dalam menghasilkan pengetahuan dan menyebarkannya melalui publikasi ilmiah yang kredibel dan bereputasi.

“Peningkatan akreditasi jurnal tidak hanya mencerminkan mutu tata kelola dan substansi ilmiah, tetapi juga menjadi cermin dari budaya akademik yang kuat dan kolaboratif di lingkungan UNDIP. Kami mengapresiasi seluruh pengelola jurnal atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta akan terus memperkuat ekosistem riset dan publikasi agar UNDIP semakin bermartabat dan bermanfaat bagi bangsa dan dunia,” ucap Prof. Suharnomo.

Sementara, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Komunikasi Publik, Wijayanto, Ph.D. mengatakan “Kami merasa bangga atas pencapaian 110 jurnal terakreditasi, termasuk 8 jurnal yang meraih peringkat tertinggi Sinta 1. Ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja kolektif yang melibatkan seluruh pengelola jurnal, tim penyunting, reviewer, serta para penulis. LPPM secara konsisten melakukan pendampingan intensif melalui pelatihan, audit tata kelola, klinik substansi, dan asistensi teknis lainnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, “UNDIP tidak hanya berfokus pada akreditasi nasional, tetapi juga mendorong jurnal-jurnal UNDIP untuk menuju pengakuan internasional. Ini semua sejalan dengan visi kami untuk menjadikan UNDIP sebagai pusat unggulan riset dan publikasi ilmiah yang inklusif, kredibel, dan bereputasi,” tambahnya.

Prestasi akreditasi ini merupakan hasil dari upaya para pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas manajemen tata kelola jurnal dan substansi isi artikel terbitannya. UNDIP melalui LPPM terus berupaya memfasilitasi para pengelola/ penerbit jurnal melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan untuk peningkatan jumlah dan kualitas jurnal UNDIP yang terakreditasi ARJUNA, baik memperoleh akreditasi baru, mempertahankan akreditasi atau meningkat peringkat akreditasinya. LPPM UNDIP juga melakukan pendampingan peningkatan kualitas tata kelola menuju jurnal terindeks bereputasi di Scopus dan Web of Science. (Tim Jurnal LPPM, Ed. NH)

Share this :

Category

Arsip

Related News