UNDIP, Jember (6/10) – Inovasi kendaraan hemat energi Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan performa terbaik di tingkat nasional. Tim Antawirya UNDIP dari Fakultas Teknik sukses meraih dua gelar juara pertama pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 di Universitas Jember (UNEJ), melalui capaian efisiensi tinggi pada kategori Prototype Bensin dan Prototype EV.
Prestasi tersebut diraih melalui dua kendaraan andalan Tim Antawirya UNDIP. Antawirya Rondhan ICE menjadi Juara 1 kategori Prototype Bensin dengan capaian efisiensi 1.619,7 kilometer per liter (km/l). Sementara Antawirya Rondhan EV meraih Juara 1 kategori Prototype EV setelah membukukan efisiensi 880,4 kilometer per kilowatt-hour (km/kWh). Dua capaian ini memperlihatkan konsistensi mahasiswa FT UNDIP dalam mengembangkan teknologi kendaraan yang kompetitif sekaligus berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan.
KMHE 2026 berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Sirkuit Universitas Jember dan diikuti 64 tim dari 42 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Kompetisi mempertandingkan dua kategori utama, yakni Prototype dan Urban Concept, dengan kelas MPD Bensin, MPD Diesel, MPD Etanol, serta Motor Listrik. Puncak kompetisi ditandai closing ceremony di Gedung Auditorium UNEJ pada Minggu malam, 4 Oktober 2026.
Riset Mendalam Tim Antawirya UNDIP dan Penyempurnaan Teknis Kendaraan
General Manager Tim Antawirya UNDIP, Muhammad Iqbal Hardadi, mahasiswa Departemen Teknik Mesin FT UNDIP angkatan 2024 yang akrab disapa Boby, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari persiapan panjang yang memadukan riset, pengujian langsung, evaluasi data, dan strategi berkendara. Sebanyak 32 anggota tim terlibat langsung selama pelaksanaan KMHE 2026.
“Kami tidak hanya melakukan riset di atas kertas, tetapi juga menghabiskan banyak waktu di garasi dan laboratorium untuk test drive. Setiap uji coba menjadi bahan untuk mengumpulkan data, mengevaluasi kekurangan, berdiskusi, hingga menentukan strategi berkendara yang paling optimal,” ujar Boby.
Peningkatan performa kendaraan ditopang sejumlah penyempurnaan teknis yang saling berkaitan. Tim Antawirya UNDIP mengembangkan bodi baru yang lebih ringan dan aerodinamis untuk mengurangi hambatan udara. Sasis dan sistem kemudi, termasuk rangka serta bearing, turut dioptimalkan guna menekan gesekan mekanis sehingga putaran roda lebih ringan. Penyempurnaan juga dilakukan melalui tune up presisi pada mesin bensin dan controller motor listrik agar setiap penggunaan bahan bakar maupun daya baterai dapat bekerja lebih optimal.
Tantangan turut datang dari karakter Sirkuit Universitas Jember yang memiliki kontur naik-turun. Lima kesempatan race attempt dimanfaatkan untuk membaca lintasan sekaligus menyempurnakan strategi.
Setiap putaran menjadi bahan evaluasi terhadap pola berkendara, pengaturan kendaraan, dan pemanfaatan energi. Pendekatan berbasis data tersebut membawa kedua kendaraan Antawirya mencatat efisiensi terbaik sekaligus mengamankan dua podium tertinggi.
Dukungan Fakultas Teknik UNDIP Menuju Kancah Dunia
Dekan Fakultas Teknik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Antawirya UNDIP yang lahir dari kolaborasi lintas program studi. FT UNDIP berkomitmen mendukung kebutuhan riset mahasiswa, khususnya pengembangan teknologi ramah lingkungan, sekaligus mendorong tim untuk terus berinovasi menghadapi agenda berikutnya.
“Kami bangga atas capaian Tim Antawirya UNDIP dan akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan riset mahasiswa. Namun, tim tidak boleh cepat berpuas diri. Antawirya harus terus bekerja keras, melakukan inovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya, termasuk World Championship Shell Eco-marathon 2027. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Teknik, UNDIP, dan Indonesia, sekaligus dapat memompa semangat generasi berikutnya untuk menghasilkan inovasi yang lebih tinggi,” ungkap Prof. Jamari.
Langkah Tim Antawirya UNDIP selanjutnya diarahkan pada pengembangan Rondhan ICE agar semakin kompetitif di level dunia. Evaluasi menyeluruh terhadap data KMHE akan menjadi pijakan untuk menyempurnakan teknologi, strategi, dan performa kendaraan.
Bagi UNDIP, capaian ini bukan sekadar kemenangan di lintasan, tetapi bagian dari kontribusi pendidikan tinggi dalam mendorong inovasi teknologi transportasi yang lebih hemat energi dan berkelanjutan. Semangat tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim. Dari karya mahasiswa untuk menjawab tantangan masa depan, UNDIP terus meneguhkan komitmen sebagai kampus yang Bermartabat dan Bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)








