Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel

Dukung Ketahanan Pangan, UNDIP Beri Bantuan Petani Temanggung Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel

UNDIP, Temanggung (7/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui Penerimaan Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel (Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer) dari Universitas Diponegoro kepada kelompok tani di desa Wonosari, Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026 bertempat di Pendopo Makukuhan, Dusun Dukuh, Desa Wonosari, Kabupaten Temanggung. Acara ini dihadiri oleh ketua LPPM UNDIP beserta jajaran, Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung, serta kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., menyatakan, “Program ini adalah wujud nyata UNDIP yang bermartabat dan bermanfaat, bagaimana perguruan tinggi memberikan dampak langsung bagi ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di daerah.” pungkasnya.

Lebih lanjut, “Melalui alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel  yang mampu digunakan untuk mengeringkan berbagai komoditas seperti kopi, jagung, dan hasil pertanian lainnya secara higienis, cepat, dan berkualitas tinggi, petani tidak harus tergesa-gesa menjualnya dengan harga murah saat panen raya. Seringkali petani terjebak situasi di mana harga jatuh karena panen serentak dan barang tidak bisa bertahan lama, sehingga teknologi zero energy berbasis matahari dan hibrida gas ini kita hadirkan agar mereka punya daya tawar yang lebih kuat untuk menahan hasil panen hingga harganya stabil kembali.” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Temanggung yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Temanggung, Manda Kartiko, S.STP., M.Kom., mengungkapkan, “Kami sangat mengagumi kajian akademis dan terobosan teknologi dari UNDIP ini karena sangat membantu masyarakat kami di wilayah hulu yang kerap dihadapkan pada kendala cuaca serta fluktuasi harga pasar. Kami berharap pendampingan dan pemantauan berkala dapat terus berjalan agar pemanfaatan alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel ini bisa optimal dan berkelanjutan.” sambutnya.

Solusi Teknologi “Zero Energy” dari Alat Pengering Surya Hibrida untuk Jaga Kualitas Hasil Panen Petani

Secara teknis, Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel (Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer) merupakan alat pengering multiguna berkapasitas 20 rak yang mengombinasikan energi surya dan sistem hibrida. Alat ini memanfaatkan panel fotovoltaik untuk memanfaatkan radiasi matahari langsung yang menembus lapisan polikarbonat kabinet. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan pemanas inframerah berbahan bakar gas LPG sebagai sumber panas cadangan yang fleksibel dioperasikan tatkala cuaca mendung atau turun hujan.

Alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel (Portable Hybrid Solar Cabinet Dryer) dari Universitas Diponegoro.

Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, yang menerima langsung amanah pengelolaan alat tersebut, menyampaikan, “Kami mewakili warga Desa Wonosari dan kelompok tani mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi keilmuan dari UNDIP. Kami siap memaksimalkan penggunaan alat Pengering Surya Hibrida Kabinet Portabel  ini sesuai karakteristik desa kami, dan berharap sinergi ini terus berlanjut untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani secara nyata.” tuturnya.

Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan nilai jual hasil pertanian, SDGs Nomor 2 (Tanpa Kelaparan) lewat penguatan ketahanan pangan lokal, serta SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi erat antara dunia akademik perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Melalui implementasi inovasi ini, UNDIP dan Pemkab Temanggung optimistis para petani dapat mempertahankan mutu hasil panen secara mandiri dan keluar dari jerat harga murah pascapanen. Rangkaian acara ditutup dengan serah terima simbolis serta sesi demonstrasi teknis pengoperasian alat secara langsung oleh tim ahli UNDIP kepada warga dan kelompok tani setempat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)

Share this :
SDG-1
SDG-17
SDG-2