Rektor UNDIP bersama Wakil Menteri UMKN dan Gubernur Jawa Tengah meninjau stand UMKM di Bursa Wirausaha Jateng

Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026 di UNDIP Libatkan 500 UMKM

UNDIP, Semarang (7/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, pada Selasa, 7 Oktober 2026. Selain menjadi lokasi penyelenggaraan, UNDIP juga berperan sebagai konsolidator yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga inkubator, mahasiswa, pelaku UMKM, pemerintah, dan lembaga pembiayaan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Jawa Tengah.

Lebih dari 1.000 peserta terlibat dalam rangkaian kegiatan, terdiri atas pelaku UMKM, mahasiswa yang telah menjalankan usaha, hingga calon wirausaha mahasiswa. Sekitar 700 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi dan 500 UMKM turut mengikuti rangkaian program yang sebelumnya telah melalui proses pendampingan dan inkubasi.

Sebagai bagian dari rangkaian program, Bursa Wirausaha Unggulan juga menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Kegiatan diisi dengan talk show dan inspirational talk yang membahas penguatan merek, penguasaan pasar, strategi pengembangan usaha, hingga pengelolaan pertumbuhan bisnis.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengatakan penempatan kegiatan di UNDIP merupakan bagian dari konsolidasi program kewirausahaan yang telah dibangun bersama perguruan tinggi dan lembaga inkubator di Jawa Tengah.

“Dalam pertemuan bersama lembaga-lembaga inkubator se-Jawa Tengah, disepakati Universitas Diponegoro menjadi konsolidator dan tempat berkumpul untuk bersama-sama menjalankan rangkaian Bursa Wirausaha ini. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi sesuatu yang lebih produktif dan bermanfaat ke depannya,” ujar Riza.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara massal bagi UMKM yang telah menyelesaikan proses inkubasi dan pendampingan. Selain itu, lebih dari 30 startup dan tenant hasil inkubasi turut mengikuti kegiatan, termasuk startup terpilih yang mengikuti sesi pitching.

Bagi UNDIP, keterlibatan dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026 sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan. Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UNDIP ingin mengambil peran lebih jauh dalam pengembangan UMKM, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga dengan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha.

“Universitas Diponegoro ingin menjadi bagian dari pengembangan UMKM sekaligus menjadi hub yang baik bagi pertumbuhan UMKM,” ujar Suharnomo. Peran tersebut juga ditunjukkan melalui aktivitas kewirausahaan di lingkungan kampus, salah satunya adalah Car Free Day di kawasan Tembalang yang melibatkan sekitar 220 tenant UMKM.

Produk UNDIP di Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026
Produk UNDIP di Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026

Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam pengembangan UMKM karena menjadi pusat pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, penguatan kewirausahaan di kampus perlu diikuti dengan kolaborasi yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi itu dapurnya ada di kampus-kampus. Untuk itulah, lebih banyak program kami untuk naik kelas dialokasikan untuk membantu dan bekerja sama dengan kampus-kampus,” ujar Helvi.

Dukungan terhadap penguatan inkubasi di UNDIP juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. Ia menilai bahwa pengembangan wirausaha di lingkungan kampus perlu dilanjutkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“Khusus untuk UNDIP, saya rasa jalan terbaik adalah melanjutkan pembinaan inkubator bisnis. Tadi saya sudah melihat inovasi dari mahasiswa dan dosen. Kami akan mengupayakan dukungan untuk mengembangkan project atau komoditas unggulan yang sudah ditemukan,” ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menekankan bahwa peningkatan kapasitas UMKM perlu diikuti dengan kesiapan produk untuk memasuki pasar yang lebih luas, termasuk melalui pemenuhan standar, ketertelusuran produk, akses pasar, dan business matching. Bursa Wirausaha Unggulan di UNDIP menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan tidak berhenti pada proses inkubasi, tetapi berlanjut hingga akses pembiayaan, pengembangan produk, dan perluasan pasar. Rangkaian ini sekaligus memperkuat peran UNDIP dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan di Jawa Tengah. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)

Rektor UNDIP, Wakil Menteri UMKM, Walikota Semarang, Wakil Bupati Semarang berfoto bersama di Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026
Share this :
SDG-17
SDG-8