K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. mengisi tausiah pada UNDIP, Semarang (14/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Pembinaan Kerohanian dalam rangka Dies Natalis ke-69 UNDIP

UNDIP Rayakan Dies Natalis ke-69 dengan Pesan Spiritual: Ilmu, Ibadah, dan Jabatan Harus Berdampak

UNDIP, Semarang (14/10) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Pembinaan Kerohanian sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-69 di Gedung Serba Guna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Mengusung tema ‘Menyelaraskan Ilmu dan Iman: Membangun Insan UNDIP yang Bermartabat dan Bermanfaat’, kegiatan ini mengajak civitas academica untuk memperkuat spiritualitas, mengamalkan ilmu pengetahuan, serta menjadikan integritas sebagai landasan pengabdian. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UNDIP ini menghadirkan K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., pimpinan dan pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang terus berkontribusi terhadap kemajuan universitas. Memasuki usia ke-69, ia mengajak seluruh keluarga besar UNDIP untuk mensyukuri kesempatan berkarya di dunia pendidikan. Mengutip Surat Al-Mujadalah ayat 11 tentang kedudukan orang-orang yang beriman dan berilmu. Menurutnya, mengajar, meneliti, dan berbagi pengetahuan memiliki nilai lebih ketika dilandasi niat yang tulus serta diarahkan untuk kebermanfaatan jangka panjang. “Kita luruskan niat, tujuan utama kita adalah beribadah, yaitu menjadikan ilmu yang bermanfaat,” pesannya.

Rektor turut menyoroti pentingnya menjaga capaian UNDIP dalam bidang pendidikan dan pengabdian serta mendorong peningkatan kualitas penelitian melalui dukungan dan fasilitas yang semakin optimal agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi berjalan lebih seimbang. Ia berharap seluruh civitas academica menjalani proses tersebut dengan tulus, optimistis, dan tetap menjaga semangat kebersamaan.

K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. , Rektor, Ketua Senat Akademik, Wakil Ketua MWA, dan Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP berfoto bersama dalam acara Pembinaan Kerohanian
K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D. , Rektor, Ketua Senat Akademik, Wakil Ketua MWA, dan Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP berfoto bersama dalam acara Pembinaan Kerohanian

Mengawali tausiahnya, K.H. Anang Rikza mengajak peserta memahami keterkaitan antara ilmu, iman, dan amal melalui pesan Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Mujadalah ayat 11. Ia menekankan pentingnya membuka kesempatan belajar seluas-luasnya agar pengetahuan tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Baginya, ilmu memperoleh makna ketika dipraktikkan dan diteruskan kepada orang lain. “Bagaimana kita mau beramal kalau tidak pakai ilmu? Dan untuk apa ilmu itu kalau tidak diamalkan?” ujarnya, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pemahaman dan tindakan.

Pesan tersebut diperdalam melalui pemaknaan hubungan antara ibadah dan kepedulian sosial. K.H. Anang menjelaskan bahwa salat yang diawali takbir dan diakhiri salam mengandung pesan tentang hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus tanggung jawab terhadap sesama. Menurutnya, spiritualitas seharusnya tercermin dalam kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Ibadah kita harus berdampak. Ilmu pengetahuan kita harus berdampak. Jabatan kita harus berdampak,” tegasnya. Pandangan ini menempatkan kebermanfaatan sebagai ukuran penting dari ilmu maupun amanah yang dimiliki seseorang.

Lebih jauh, ia mengulas kedekatan sejarah antara pusat pendidikan dan tempat ibadah sebagai pengingat agar perguruan tinggi tidak kehilangan dimensi spiritualnya. Kemajuan ilmu perlu berjalan bersama kerendahan hati, sementara kepemimpinan harus dipahami sebagai amanah, bukan sekadar kedudukan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya keadilan dalam menjalankan tanggung jawab, termasuk ketika berhadapan dengan kepentingan pribadi. Nilai-nilai tersebut relevan bagi kehidupan kampus, mulai dari proses pembelajaran dan penelitian hingga pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.

Pembinaan kerohanian dalam rangka Dies Natalis ke-69 UNDIP menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat karakter sivitas akademika. Melalui penyelarasan ilmu dan iman, UNDIP mendorong budaya akademik yang menjunjung integritas, kerendahan hati, dan semangat pengabdian. Sejalan dengan semangat ‘Bersinergi, Berinovasi, Berdampak untuk Negeri’, UNDIP terus berupaya mencetak insan yang unggul dalam keilmuan, bertanggung jawab dalam kepemimpinan, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

hadirin berfoto bersama dalam acara Pembinaan Kerohanian dalam rangka Dies Natalis ke-69 UNDIP
Share this :
SDG-3
SDG-4-150x150-1