UNDIP, Semarang (3/11) – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Tembalang, Semarang, pada Selasa, 3 November 2026. Ajang ilmiah mahasiswa tingkat nasional ini diikuti 420 tim dari 99 perguruan tinggi di Indonesia, dengan jumlah peserta lebih dari 2.000 mahasiswa, serta melibatkan 62 juri nasional.
PIMNAS ke-39 mengusung tema “Mewujudkan Indonesia Maju, Berkelanjutan dan Bermartabat melalui Inovasi Mahasiswa yang Adaptif dan Berdampak”. Tema ini menegaskan peran PIMNAS sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan karya inovatif yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Ketua Panitia PIMNAS ke-39, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi kehormatan bagi UNDIP karena kembali dipercaya sebagai tuan rumah ajang ilmiah tingkat nasional bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Prof. Heru menegaskan bahwa PIMNAS bukan sekadar ajang memperebutkan medali, melainkan perayaan kreativitas, ketekunan, dan semangat ilmiah mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan peserta mencapai tahap nasional merupakan prestasi yang patut dibanggakan setelah melalui proses panjang, mulai dari merumuskan gagasan, melaksanakan penelitian, hingga mempertanggungjawabkan hasil karya secara ilmiah.
“Dalam kompetisi ilmiah, kemenangan adalah kebanggaan, tetapi kejujuran, sportivitas, dan integritas akademik merupakan kehormatan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan integritas akademik selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, keberhasilan mencapai PIMNAS sudah menjadi prestasi yang patut dibanggakan setelah melalui proses panjang, mulai dari merumuskan gagasan, melaksanakan penelitian, hingga mempertanggungjawabkan hasil karya secara ilmiah.
Sementara itu, Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengapresiasi mahasiswa yang berhasil mencapai tahap nasional PIMNAS ke-39. Ia menyebut para peserta sebagai generasi yang mampu mengamati berbagai fenomena, mengembangkan pemikiran kritis, dan memformulasikannya menjadi karya ilmiah.
Prof. Suharnomo mengungkapkan bahwa sekitar 89.000 proposal dari seluruh Indonesia telah melalui proses kurasi hingga terpilih delegasi perguruan tinggi yang berkompetisi di PIMNAS. Menurutnya, kemampuan menghasilkan karya ilmiah tersebut perlu diiringi dengan orientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.
“Tidak hanya jago di laboratorium, tetapi juga ada relasinya dengan kemanfaatan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi perlu menghadirkan kontribusi nyata melalui inovasi dan hasil penelitian. Hal tersebut sejalan dengan komitmen UNDIP untuk menjadi perguruan tinggi yang bermartabat secara akademik dan bermanfaat bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk pengembangan teknologi pengolahan air bersih dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. H. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU, mengingatkan bahwa PIMNAS bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang untuk menguji kualitas dan memperoleh pengakuan atas karya ilmiah. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta menjunjung tinggi integritas akademik sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah.
Ia menegaskan bahwa kejujuran dan kebenaran data merupakan fondasi utama dalam menghasilkan karya ilmiah. Para mahasiswa juga diingatkan untuk menghindari pelanggaran akademik, khususnya fabrikasi dan falsifikasi data. “Setiap karya ilmiah harus didasari oleh data ilmiah. Karya ilmiah saudara-saudara harus lahir dari kebenaran ilmiah, bukan falsifikasi data,” tegas Dr. Samsuri.
Lebih lanjut, ia berharap mahasiswa terus mengembangkan karya dan inovasi setelah PIMNAS berakhir. Menurutnya, karya yang belum memperoleh penghargaan tetap memiliki nilai selama terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, dilaksanakan penyerahan Piala Adikarta Kertawidya sebagai simbol estafet penyelenggaraan PIMNAS. Piala diserahkan oleh perwakilan Universitas Hasanuddin selaku tuan rumah PIMNAS ke-38 kepada Kemdiktisaintek, kemudian diteruskan kepada Rektor UNDIP sebagai tuan rumah PIMNAS ke-39. Dengan penyerahan tersebut, Piala Adikarta Kertawidya kembali diperebutkan dalam penyelenggaraan tahun ini.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan para delegasi mahasiswa dalam defile yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah defile, seluruh peserta dan hadirin bersama-sama menyanyikan lagu “Gebyar-Gebyar”. Lagu tema PIMNAS ke-39, “Nyalakan Karya”, juga turut dinyanyikan dalam acara tersebut.
Rangkaian PIMNAS ke-39 akan berlanjut dengan penilaian poster pada 3 November dan presentasi karya ilmiah pada 4–5 November 2026. Kegiatan kemudian ditutup pada 6 November 2026 melalui sarasehan pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan serta malam penutupan dan penganugerahan penghargaan kepada para pemenang.
Penyelenggaraan PIMNAS ke-39 di UNDIP diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperluas kolaborasi, dan membangun jejaring antarperguruan tinggi. Lebih dari sekadar kompetisi, PIMNAS diharapkan dapat melahirkan inovasi mahasiswa yang adaptif, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)










