UNDIP, Aceh (26/1) – Tim Relawan Bencana D-DART Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang dan Pidie Jaya, pada 18–25 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat pascabencana melalui pendekatan kesehatan, psikososial, dan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, Tim D-DART UNDIP turut berkoordinasi dengan D-DART Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) serta pimpinan fakultas untuk membahas kondisi kebencanaan dan efektivitas kinerja penanganan di lapangan.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Tim D-DART UNDIP melaksanakan pendampingan psikososial spiritual melalui kegiatan Kuis Sambung Ayat Al-Qur’an serta terapi mewarnai (colouring therapy) bagi anak-anak di TPQ Al-Barokah yang diikuti oleh 25 peserta. Selain itu, tim menyalurkan bantuan logistik pendidikan berupa seragam sekolah, buku tulis, buku bacaan, Al-Qur’an, Juz Amma, serta media edukasi keagamaan ke tiga satuan pendidikan, yakni SDN 1 Pulau Tiga, MTsN 3 Aceh Tamiang, dan MAN Tamiang Hulu. Dukungan kesehatan juga diberikan melalui penyaluran obat-obatan ke Puskesmas Pulau Tiga.
Sementara itu, di wilayah Pidie Jaya, tim relawan menemukan kondisi gizi masyarakat yang semakin memburuk akibat keterbatasan pasokan makanan bergizi, meningkatnya risiko stunting, serta minimnya akses air minum layak. Pendampingan sosial dilakukan kepada anak-anak dan orang dewasa melalui kegiatan murojaah, sambung ayat, serta terapi mewarnai sebagai bagian dari pemulihan psikososial. Tim juga menyalurkan susu dan makanan ringan untuk anak-anak, serta bantuan logistik dasar berupa handuk dan produk sanitasi yang turut didistribusikan hingga wilayah Aceh Timur.
Selama pelaksanaan tugas, Tim D-DART UNDIP menghadapi sejumlah kendala, antara lain waktu tempuh yang panjang serta akses lokasi yang masih terbatas meskipun mulai terbuka. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak masyarakat terdampak masih meliputi ketersediaan air bersih, pemulihan jaringan listrik dan seluler, perbaikan sarana dan prasarana umum, serta tambahan relawan untuk kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan. Untuk itu IKA UNDIP Aceh juga turut membantu akselerasi penyaluran logisitik untuk daerah Desa Sijudo, Kabupaten Aceh Timur sebagai perpanjangan tangan D-DART. Adapun logistik yang disalurkan ke desa tersebut di antaranya: handuk, deodorant, antiseptik, dan personal hygiene kit lainnya.
Perwakilan Tim Relawan Bencana D-DART UNDIP, Ns. Marsha Yoke Nancy, S.Kep., M.N.Sc., menyampaikan bahwa pendampingan psikososial dan spiritual menjadi aspek penting dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. “Pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi mental mereka. Namun di sisi lain, kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan pangan bergizi masih menjadi tantangan utama yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Beberapa daerah sudah melaporkan kondisi stunting bahkan kasus cacingan, ini menjadi alarm untuk kita memberikan bantuan yang tepat sasaran dan juga bernutrisi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, D-DART UNDIP berharap kolaborasi lintas institusi dan partisipasi relawan dapat terus diperkuat guna mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terdampak bencana di Aceh. Sejalan dengan komitmen “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” yang berdampak bagi percepatan pemulihan penyintas bencana di Aceh. (Komunikasi Publik/UNDIP/Aldani, Relawan D-DART)








