UNDIP, Semarang (13/1) – Universitas Diponegoro (UNDIP) secara konsisten mengimplementasikan komitmen kemanusiaan melalui penerapan inovasi teknologi untuk mengatasi krisis air bersih pascabencana banjir dan tanah longsor di Padang, Sumatera Barat. Sebagai langkah konkret dalam mitigasi bencana, UNDIP telah mengoperasikan unit mesin Ultrafiltrasi yang dirancang khusus untuk menghasilkan air layak konsumsi bagi masyarakat terdampak.
Teknologi Ultrafiltrasi ini memiliki kapasitas produksi yang sangat signifikan, yakni mampu menghasilkan 72.000 hingga 120.000 liter air bersih per hari. Melalui volume produksi tersebut, mesin ini diproyeksikan dapat mencukupi kebutuhan sanitasi dan konsumsi dasar bagi 1.200 hingga 2.000 jiwa. Implementasi teknologi ini menjadi solusi krusial di tengah rusaknya infrastruktur distribusi air reguler akibat bencana alam.
Dalam aspek operasional, Universitas Diponegoro menjalin kolaborasi strategis dengan Politeknik Negeri Padang untuk memastikan keberlanjutan fungsi mesin di lapangan. Sinergi ini difokuskan pada pemeliharaan teknis serta jangkauan distribusi hingga ke daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses logistik.
Distribusi air bersih hasil olahan mesin Ultrafiltrasi tersebut dilakukan setiap hari secara sistematis melalui koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan PDAM Kota Padang. Penyaluran air dilakukan menggunakan armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000–6.000 liter untuk memenuhi kebutuhan di berbagai posko tanggap bencana dan pemukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, proses pendistribusian air bersih ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga terdampak. Masyarakat terlihat tertib mengantre dengan membawa berbagai wadah penampungan, seperti ember, jeriken, hingga bak air, untuk mendapatkan pasokan air bersih langsung dari armada tangki PMI. Petugas di lapangan secara aktif melakukan pengisian air guna memastikan distribusi berjalan efisien dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. Melalui inovasi teknologi ini, Universitas Diponegoro berharap dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan kondisi sosial-ekonomi di wilayah Sumatera Barat. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari dedikasi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk kepentingan kemanusiaan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)






