Tim KKNT 145 UNDIP Dukung Ketahanan Pangan dengan Digitalisasi Peta Sawah Dilindungi di Kabupaten Temanggung

UNDIP, Temanggung (02/02) – Universitas Diponegoro terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda strategis nasional, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 145 yang berperan aktif dalam pemetaan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Kabupaten Temanggung dengan memanfaatkan teknologi digital.

Melalui program ini, tim KKNT 145 melakukan pendataan menyeluruh terhadap lahan persawahan, mulai dari identifikasi kepemilikan, tingkat produktivitas, hingga kondisi eksisting saluran irigasi yang menopang pertanian pangan, khususnya sawah. Seluruh data tersebut kemudian dikonversi ke dalam bentuk peta digital yang terintegrasi dan mudah digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan Tim KKNT 145, Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama para pemangku kepentingan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Temanggung pada Jumat, 30 Januari 2026.

“Upaya pemetaan lahan sawah dilindungi ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan. Selama ini, tantangan terbesar adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan non-pertanian, terutama perumahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Lahan Sawah Dilindungi merupakan kawasan penyangga pangan yang ditetapkan secara hukum untuk dijaga keberlangsungannya dan tidak diperkenankan dialihfungsikan. Kebijakan ini bertujuan menjamin ketahanan dan kedaulatan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pengaturan LSD tertuang dalam sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019, Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 12 Tahun 2020, serta Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Dr. Anang yang juga dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik UNDIP serta Kepala Pusat Promosi dan Publikasi Hasil Riset LPPM UNDIP menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi terhadap pembangunan daerah. Tim KKNT 145 bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah desa, serta perangkat Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam proses pemetaan dan pengumpulan data lapangan.

Program ini juga disinergikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung. Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang keilmuan, meliputi fakultas teknik, ekonomika dan bisnis, vokasi, serta peternakan dan pertanian. Kolaborasi lintas disiplin ini memperkuat kualitas hasil pemetaan dari berbagai aspek, baik teknis, sosial, maupun ekonomi.

Sebanyak 23 desa di tiga kecamatan menjadi wilayah prioritas dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat tersebut. Kegiatan KKNT ini sekaligus menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung, sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah dan kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Mahasiswa KKNT 145, Saptasta Keane menyampaikan upaya perlindungan dan pengendalian lahan pertanian berkelanjutan membutuhkan dukungan lintas sektor dan wilayah. Ia berharap hasil pemetaan yang dilakukan dapat dimanfaatkan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung serta masyarakat atas kolaborasi yang terjalin. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung kebijakan sawah lestari demi ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

Share this :