UNDIP, Solo (30/1) – Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjadi Perguruan Tinggi Mitra dalam pembentukan Program Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Kementerian Kesehatan. Melalui penandatanganan kerja sama pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis bersama RSUD Margono Soekarjo Purwokerto dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta, UNDIP memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini merupakan implementasi nyata Asta Cita bidang kesehatan serta mendukung agenda Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dilaksanakan selaras dengan kebijakan dan persetujuan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui enam pilar transformasi sistem kesehatan.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Rektor Universitas Diponegoro bersama Direktur Utama RSUD Margono Soekarjo dan Direktur Utama RSUD Dr. Moewardi, serta disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dekan FK UNDIP beserta jajaran, Sekda Jateng, Dirjen Kesehatan Lanjutan, dan Dirjen SDMK Kementerian Kesehatan.
Kerja sama ini berfokus pada pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis dan subspesialis melalui penguatan peran Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), yang secara langsung berkaitan dengan Pilar Transformasi SDM Kesehatan. Melalui skema ini, UNDIP bersama rumah sakit mitra mengembangkan sistem pendidikan dokter spesialis yang berbasis kebutuhan daerah, berkelanjutan, dan berorientasi pada mutu.
Selain itu, kolaborasi ini juga mendukung Pilar Transformasi Layanan Rujukan, dengan memperkuat kapasitas rumah sakit daerah sebagai pusat layanan spesialistik dan subspesialistik yang berkualitas, aman, dan terintegrasi. Penguatan layanan rujukan ini diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat lanjut tanpa harus bergantung pada rumah sakit di pusat.
Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peran Universitas Diponegoro sebagai PT Mitra dan rumah sakit daerah dalam menerjemahkan kebijakan transformasi kesehatan ke dalam implementasi konkret. Menteri Kesehatan menegaskan bahwa program RSPPU sejalan dengan arah Transformasi SDM Kesehatan, karena secara sistematis mendidik putra-putri daerah untuk menjadi dokter spesialis dan subspesialis, serta memastikan mereka kembali mengabdi di daerah asal.
“Transformasi kesehatan tidak dapat berjalan tanpa penguatan sumber daya manusia. Program RSPPU menjadi instrumen strategis karena tidak hanya menambah jumlah dokter spesialis, tetapi juga menjamin pemerataan dan keberlanjutan layanan kesehatan di daerah,” ungkap Menteri Kesehatan.
Rektor Universitas Diponegoro menyampaikan bahwa kerja sama ini juga berkontribusi terhadap Pilar Transformasi Tata Kelola Kesehatan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, dan pemerintah daerah dalam satu ekosistem yang terintegrasi dan akuntabel. UNDIP berkomitmen menjaga standar akademik, mutu pendidikan klinik, serta tata kelola pendidikan yang transparan dan berorientasi pada kebutuhan nasional.
Sementara itu, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto dan RSUD Dr. Moewardi Surakarta menyatakan kesiapan sebagai rumah sakit pendidikan untuk mendukung pencapaian transformasi kesehatan melalui penyediaan wahana pendidikan klinik, peningkatan mutu layanan, penerapan keselamatan pasien, serta penguatan sistem rujukan berbasis regional. Melalui kerja sama strategis ini, Universitas Diponegoro bersama rumah sakit mitra berkontribusi terhadap pencapaian Asta Cita bidang kesehatan dan Transformasi Kesehatan Nasional, sekaligus memperkuat komitmen UNDIP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), dan SDG 10 (Reduced Inequalities), guna mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, berkeadilan, dan merata berbasis kebutuhan daerah. (UNDIP/Komunikasi Publik/Astarina Wisnu)









