Tim KKNT 35 UNDIP Dampingi Warga Semarang Barat Wujudkan Kecamatan Tangguh Bencana

UNDIP, Semarang (31/01) – Universitas Diponegoro terus meneguhkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT). Salah satunya diwujudkan oleh Tim KKNT 35 UNDIP yang secara aktif mendampingi masyarakat dalam mendukung pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di wilayah Semarang Barat.

Tim KKNT 35 secara resmi diterjunkan pada Rabu, 28 Januari 2026 untuk melaksanakan program pendampingan kebencanaan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan ini diawali dengan apel kesiapsiagaan bencana dan deklarasi kesiapan Kecamatan Tangguh Bencana yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat.

Koordinator Tim KKNT 35 UNDIP, Dr. Anang Wahyu Sejati, S.T., M.T., dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik UNDIP, menjelaskan KKN tematik ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di wilayahnya.

“Melalui KKN tematik ini, kami berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat agar memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan bencana, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tertentu,” ujar Dr. Anang usai kegiatan apel kesiapsiagaan.

Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan kebencanaan, mahasiswa, dosen, TNI, Polri, aparatur Pemerintah Kota Semarang, hingga elemen masyarakat lainnya. Pada kesempatan yang sama, Guru Besar UNDIP Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, S.T. turut hadir dan memberikan dukungan langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKNT 35 UNDIP akan menjalankan beragam kegiatan pendampingan kebencanaan, di antaranya pemetaan wilayah rawan banjir dan tanah longsor. Program ini didukung oleh kolaborasi civitas academica lintas fakultas, meliputi Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Hukum, Fakultas Sains dan Matematika, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Sekolah Vokasi.

Pendekatan lintas disiplin tersebut mencakup berbagai aspek, seperti analisis topografi, pengukuran penurunan muka tanah, kesehatan lingkungan, sistem logistik, kebijakan hukum, hingga pengembangan sistem informasi kebencanaan. Hasil kolaborasi ini akan dirangkum dalam sebuah dokumen perencanaan yang disebut sebagai master plan kecamatan dan kelurahan tangguh bencana.

“Produk akhir yang kami susun berupa master plan Kecamatan dan Kelurahan Tangguh Bencana, termasuk pemetaan sembilan kelurahan yang membutuhkan perhatian khusus karena memiliki potensi banjir dan longsor,” ucap Dr. Anang.

Sementara itu, Prof. Imam Buchori menegaskan kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Melalui Tim KKNT 35 ini, UNDIP hadir untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan menawarkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya. Ia juga menyampaikan UNDIP memberikan dukungan pendanaan sebagai bentuk komitmen institusi terhadap kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Apresiasi turut disampaikan oleh Camat Semarang Barat, Dr. Elly Asmara, S.STP, M.M. Ia menilai kolaborasi antara UNDIP dan masyarakat sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari layanan publik.

“Kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Di Semarang Barat, berbagai upaya mitigasi dan penanggulangan bencana telah dilakukan, termasuk pembentukan Tim Reaksi Cepat yang berada di bawah koordinasi dan pembinaan BPBD,” ungkapnya. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa KKNT 35 UNDIP juga memaparkan rencana kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat ini dapat memperkuat ketangguhan wilayah dalam menghadapi potensi bencana secara berkelanjutan. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

Share this :