UNDIP, Semarang (04/02) — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Tim KKN Tematik 2026 Tim 31 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Mardi Utomo, Semarang. Program yang berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP ini dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Prof. Dr. Ir. Erni Setyowati, M.T., dan Prof. Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si., sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan warga binaan melalui pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang berlangsung baru-baru ini diikuti oleh 30 penerima manfaat dengan rentang usia pralansia hingga lansia. Rangkaian acara diawali dengan edukasi kesehatan dasar dan kesehatan mental yang disampaikan oleh mahasiswa lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran serta Fakultas Sains dan Matematika UNDIP. Materi dilanjutkan dengan edukasi gizi seimbang serta pemanfaatan hasil kebun panti sebagai sumber pangan bergizi yang disampaikan oleh mahasiswa bidang gizi.
Untuk memastikan pemahaman peserta, tim menerapkan metode pre-test dan post-test serta kuis interaktif yang mendorong partisipasi aktif warga binaan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan aplikatif.
Selain aspek kesehatan, kegiatan juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan perancangan kemasan produk, strategi branding, serta perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Materi ini bertujuan memperkuat nilai tambah produk olahan panti agar memiliki daya saing dan peluang pemasaran yang lebih luas. Upaya tersebut mencerminkan komitmen UNDIP dalam mendorong hilirisasi inovasi kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Puncak kegiatan diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengukuran tekanan darah, status gizi, serta pemeriksaan biokimia sederhana. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kondisi kesehatan peserta, termasuk kecenderungan pra-hipertensi, hipertensi, obesitas, serta kadar kolesterol dan asam urat tinggi pada sebagian warga binaan. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi gizi berkelanjutan, pengaturan pola makan seimbang, serta pemantauan kesehatan rutin, khususnya bagi kelompok usia lanjut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNDIP tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan dasar, tetapi juga menanamkan kesadaran kolektif tentang pentingnya gaya hidup sehat, kemandirian pangan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan akses pangan bergizi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan hasil kebun panti sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan. Melalui kontribusi nyata ini, Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis keilmuan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sebagai perwujudan nilai UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat serta dukungan terhadap terwujudnya kampus berdampak. (Komunikasi Publik/UNDIP/Erni Setyowati; Ed. DHW)








