UNDIP, Semarang (6/2) – Universitas Diponegoro menggelar Upacara Purna Adi Cendekia sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian para guru besar yang memasuki masa purna tugas. Upacara berlangsung di gedung Prof Sudarto, S.H. kampus UNDIP Tembalang pada Jumat, 6 Februari 2026, yang dihadiri oleh pimpinan universitas, civitas academica, keluarga, serta tamu undangan lainnya.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Purna Adi Cendekia bukan sekadar seremoni, tetapi lebih dari itu merupakan wujud penghargaan UNDIP atas dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata para guru besar yang memasuki masa purna tugas dalam membangun tri dharma perguruan tinggi.
“Saat ini dapat dilihat dan dinikmati bersama kemajuan kampus UNDIP. Mulai dari gedung-gedung sarana pendidikan yang hampir selesai pembangunannya. Hingga pembangunan dan perkembangan fasilitas lain seperti jogging track dan UNDIP Rumah Kita yang hijau, bersih dan ‘instagramable’, jadi tempat foto yang nyaman dan indah,” ujar Rektor.

Sebanyak 4 (empat) guru besar purna tugas menerima penghargaan Purna Adi Cendekia pada kesempatan ini. Keempat guru besar purna tugas tersebut, yakni: Prof. Dr. Yusriyadi, S.H., M.S. dari Fakultas Hukum; Prof. Ir. Abdullah, M.S., Ph.D. dari Fakultas Teknik; Prof. Dr. Ir. Siswanto Imam Santoso, M.P. dari Fakultas Peternakan dan Pertanian; serta Prof. Dra. Norma Afiati, M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Selama mengemban tugas, para guru besar purna tugas telah berdedikasi dan berkontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola kelembagaan.
Prof. Dr. Yusriyadi, S.H., M.S. dari Fakultas Hukum merupakan pakar Dasar-Dasar Ilmu Hukum yang menjelaskan tentang Positivisme dan Implikasinya terhadap Ilmu dan Penegakan Hukum. Pemikiran tersebut diharapkan ke depan menjadi model integrasi/ harmonisasi sebagai model ideal dalam penegakan hukum.
Prof. Dra. Norma Afiati, M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan memaparkan tentang Malakologi, ilmu yang tetap tidak populer. Sebagai pakar Biologi Laut dan Ekologi, ia menyampaikan bahwa dari ribuan spesies hewan air, hanya tiga kelompok besar yang dimanfaatkan manusia, yakni: ikan, udang dan moluska.
Prof. Dr. Ir. Siswanto Imam Santoso, M.P. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan adalah pakar di bidang Agribisnis. Pada pidato ilmiahnya, Prof Siswanto menggarisbawahi bahwa hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai produk, tetapi juga menyangkut bagaimana pengelolaan dan pemasaran hasil pertanian secara efektif.
Prof. Ir. Abdullah, M.S., Ph.D. yang merupakan pakar Bioteknologi dari Fakultas Teknik, dalam pidato ilmiahnya menguraikan tentang Pembuatan Biopolimer Poli Hidroksi Butirat (PHB) dari Pati Singkong dan Urea oleh Bacillus Megaterium Sp.
Upacara Purna Adi Cendekia ditutup dengan penyerahan penghargaan dan foto bersama. Kegiatan ini merupakan komitmen UNDIP untuk memberikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi para guru besar yang telah menciptakan karya dan inovasi untuk UNDIP Bermartabat dan UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Ut)








