Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi tuan rumah diskusi strategis bersama delegasi Prefektur Shiga, Jepang, yang dipimpin oleh Mr. Takeshi Tominaga, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjajaki kerja sama dalam pengelolaan sumber daya air, keberlanjutan lingkungan, dan pengembangan energi terbarukan yang berpusat pada Rawa Pening.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Senat Akademik UNDIP tersebut membahas tantangan ekologis dan potensi pengembangan Rawa Pening, salah satu ekosistem danau paling vital di Jawa Tengah. Agenda kegiatan mencakup dialog para ahli serta koordinasi untuk observasi lapangan di kawasan Rawa Pening.
Mengubah Tekanan Ekologis Menjadi Potensi Produktif
Rawa Pening telah lama menghadapi tantangan lingkungan serius, terutama pertumbuhan pesat eceng gondok yang menurunkan kualitas air, mengganggu perikanan, menghambat transportasi lokal, serta mempercepat sedimentasi. Kondisi ini secara langsung memengaruhi mata pencaharian masyarakat di sekitar danau. Namun, diskusi menekankan bahwa eceng gondok tidak hanya dipandang sebagai beban lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang bernilai.
Prof. Setia Budi Sasongko, peneliti dari UNDIP, menyoroti potensi material eceng gondok. “Serat eceng gondok dapat diolah menjadi tali dan berbagai produk fungsional lainnya. Dengan pelatihan yang tepat dan inovasi desain, hal ini dapat menjadi usaha berkelanjutan berbasis masyarakat,” jelasnya.
Perspektif ini menempatkan tanaman tersebut bukan sekadar biomassa limbah, melainkan bahan baku ekonomi dengan berbagai manfaat praktis.
Peluang Energi Terbarukan
Sementara itu, Prof. Syafrudiun, peneliti UNDIP lainnya, menekankan potensi energi dari tanaman tersebut. “Eceng gondok memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi biogas dan briket biomassa. Dengan teknologi yang tepat dan sistem berskala masyarakat, tanaman ini dapat menjadi sumber energi terbarukan yang mendukung ketahanan energi lokal,” ujarnya.
Teknologi konversi tersebut dapat sekaligus mengurangi tekanan ekologis dan menyediakan solusi energi alternatif bagi masyarakat sekitar.
Penguatan Kolaborasi Tiga Pihak
Wakil Rektor IV UNDIP, Dr. Wijayanto, menegaskan kembali komitmen universitas untuk memperluas kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mitra dari Jepang. Sejalan dengan komitmen UNDIP sebagai institusi yang “Bermartabat dan Bermanfaat,” ia menekankan pentingnya kemitraan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro Perekonomian, Sarwo Rini, menyampaikan bahwa agenda kerja sama mencakup penguatan ketahanan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kawasan danau, serta pengembangan model energi terbarukan berbasis sumber daya lokal seperti biomassa eceng gondok.
Delegasi dari Prefektur Shiga menyatakan keterbukaan untuk bekerja sama dalam pengelolaan terpadu sumber daya air, teknologi lingkungan, sistem pemantauan kualitas air, serta solusi energi terbarukan berbasis biomassa. Pengalaman Jepang dalam tata kelola danau berkelanjutan dinilai sangat relevan bagi revitalisasi jangka panjang Rawa Pening.
Laboratorium Hidup untuk Inovasi Inklusif
Dekan Sekolah Vokasi UNDIP menekankan pentingnya integrasi teknologi, pendidikan vokasi, dan pemberdayaan masyarakat. “Inisiatif ini tidak boleh berhenti pada mitigasi lingkungan saja. Program ini harus berkembang menjadi model energi terbarukan berbasis masyarakat yang menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di sekitar Rawa Pening,” ujarnya.
Direktur Inovasi dan Kerja Sama UNDIP, Dr. Dian, menggambarkan Rawa Pening sebagai “laboratorium hidup” untuk inovasi inklusif. “Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra internasional, dan perguruan tinggi, kita dapat merancang solusi berbasis sains yang secara langsung memberdayakan masyarakat. UNDIP siap menjembatani riset, kebijakan, dan implementasi di lapangan,” katanya.
Melalui sinergi trilateral antara UNDIP, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan mitra Jepang, Rawa Pening diharapkan menjadi model pengelolaan danau berkelanjutan serta pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Indonesia.
Selain pemulihan ekologis, inisiatif ini juga menargetkan ketahanan sosial-ekonomi jangka panjang, mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang inovasi, kewirausahaan, dan pertumbuhan yang inklusif.







