UNDIP, Semarang (2/3) – Setiap tahunnya Masjid Kampus Universitas Diponegoro (Maskam UNDIP) rutin mengadakan berbagai kegiatan seperti kajian sebelum berbuka dan Salat Tarawih untuk mengisi bulan suci Ramadan. Di Bulan Ramadhan tahun ini, menghadirkan berbagai tokoh nasional, salah satunya Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan tausiyah di Maskam UNDIP.
Acara tersebut dilaksanakan pada Minggu, 1 Maret 2026 di Maskam UNDIP setelah Salat Tarawih. Turut hadir Rektor UNDIP, Pengurus Takmir Maskam UNDIP, serta jamaah Salat Tarawih lainnya yang di dominasi oleh Mahasiswa UNDIP.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dalam sambutannya mengaku senang dan berterimakasih atas kedatangan Kepala BRIN untuk berkenan hadir dalam mengisi tausiyah di Maskam UNDIP. Prof Suahrnomo juga mengaku bahwa beliau adalah anak buah dari Prof Arif Satria di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) hingga pernah menjadi Sekretaris ICMI Jateng.
“Saya merupakan anak buah dari beliau di ICMI. Waktu itu saya diajak oleh Wakil Rektor 4 dan waktu itu saya masih di Ketua Senat Mahasiswa UNDIP, dan saya 4 kali pernah menjadi Sekretaris ICMI di Jateng,” ujar Prof Suharnomo.
Selain itu Prof. Suharnomo berpesan untuk menjadi teladan yang baik serta berkontribusi bagi bangsa dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tagline “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”. “Mudah-mudahan kita semua dapat mengekspresikan nilai keagamaan dengan sebaik-baiknya dengan mampu menjadi teladan yang baik serta berkontribusi bagi bangsa Indonesia ini,” imbuh Prof Suharnomo.
Prof Arif Satria mengaku senang dapat mengisi tausiyah di Kampus UNDIP. Dengan Mengangkat tema “Ramadan, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi: Menumbuhkan Integritas dan Kemaslahatan”, ia berusaha menjadi manusia yang menanamkan diri sebagai Ulil Albab, yaitu selalu mengintegrasikan berdzikir dan berpikir untuk menjadi generasi yang unggul dan berkarakter.
“Dengan berdzikir membuat kita tidak sombong ketika berhasil dan tidak berkecil hati ketika gagal dalam berinovasi. Karena apa yang terjadi adalah kehendak dari Allah SWT dan berkeyakinan bahwa apa yang ada di bumi tidak akan ada yang sia-sia”, ucap Prof Arif Satria.
“Manusia diciptakan untuk mempunyai akal untuk dapat berpikir secara rasional, logis dan objektif terhadap penciptaan alam semesta dan fenomena kehidupan. Selain itu manusia dapat berpikir untuk berinovasi dalam menciptakan teknologi sehingga dapat memberikan kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi umat manusia.” pungkas Prof Arif Satria. (Komunikasi Publik/UNDIP/AKS ed. As3)







