UNDIP dan PT Symmex Medical Indonesia Kerja Sama Dorong Program Hilirisasi Riset

UNDIP, Semarang (11/5) – Universitas Diponegoro dan PT Symmex Medical Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri, khususnya pada pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta hilirisasi produk inovasi kampus.

Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan Direktur Utama PT Symmex Medical Indonesia, H. Sutarto, S.E. tidak hanya dimaknai sebagai kerja sama administratif, tetapi juga sebagai momentum penting untuk mempertemukan kekuatan riset akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri dan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, UNDIP berharap produk-produk hasil riset dosen, mahasiswa, dan unit-unit akademik dapat semakin dekat dengan proses produksi, pemanfaatan, serta pengembangan secara lebih luas.

Dalam sambutannya, Rektor UNDIP menyampaikan kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana universitas mampu bergerak bersama industri. Ia mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke sejumlah universitas dan perusahaan di China serta Taiwan, yang menurutnya telah berhasil membangun ekosistem riset dan industri secara sangat kuat.

“Saya berbahagia sekali berada di momentum ini. Enam bulan lalu saya berkesempatan mengunjungi sejumlah universitas dan perusahaan di China, dari Beijing, Shanghai hingga Tianjin. Di sana saya melihat sesuatu yang sangat mengesankan di mana kampus dan industri benar-benar berjalan bersama. Logo perusahaan hadir di kampus, dan logo kampus juga terpampang di perusahaan. Dari situ saya semakin meyakini, kemajuan sebuah negara hanya mungkin terjadi ketika universitas ikut bergerak, bukan sekadar menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta solusi,” ungkapnya.

“Pengalaman serupa saya temukan di Taiwan. Kampus-kampus di sana tidak berjarak dengan industri dan pasar. Riset tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi hadir sebagai produk, teknologi, dan solusi nyata yang digunakan masyarakat. Risetnya hidup, produknya menjawab kebutuhan, dan hasil hilirisasinya diakui secara luas. Semangat seperti inilah yang ingin terus kita bangun di UNDIP,” tambahnya.

”Kita sebenarnya sudah memiliki banyak potensi. Berbagai inovasi telah lahir, mulai dari produk kesehatan dan gizi seperti Prof Diet, air minum Voca, hingga Nutri Sun D3 berbasis pangan lokal untuk pencegahan stunting. Ada juga inovasi teknologi seperti Cyborg Insect atau kecoa ‘robot’ yang mendapat perhatian BNPB dan meraih penghargaan internasional. Ini menunjukkan bahwa riset UNDIP memiliki kualitas dan relevansi yang kuat,” jelas Prof Suharnomo.

“Dalam dua hari ini saya sangat bahagia melihat respons, apresiasi, dan kepercayaan terhadap produk-produk UNDIP. Ini menjadi energi besar bagi kita untuk mendorong riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi masuk ke tahap hilirisasi dan produksi massal. Kita ingin benar-benar ‘pecah telur’ untuk produk-produk hasil riset, termasuk melalui kolaborasi lintas fakultas seperti Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran. Kolaborasi antara kampus dan industri harus hidup, kuat, dan menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus melahirkan inventor-inventor unggul yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ucap Prof Suharnomo.

Sementara itu, Sutarto menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Diponegoro atas kepercayaan yang diberikan kepada PT Symmex Medical Indonesia sebagai mitra hilirisasi. “Kolaborasi ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk ikut memproduksi hasil penelitian UNDIP agar dapat dikembangkan lebih luas kepada masyarakat, terutama pada bidang alat kesehatan yang dekat dengan kebutuhan pasien dan tenaga medis,” ungkapnya.

Sutarto juga menjelaskan, PT Symmex Medical Indonesia siap menindaklanjuti kolaborasi ini melalui tahapan pengembangan menuju skala industri, mulai dari validasi, uji coba produksi, hingga pemenuhan regulasi di sektor kesehatan. Dengan pengalaman perusahaan dalam produksi orthopaedic implant dan surgical instrument, ia berharap sinergi bersama UNDIP dapat memperkuat inovasi produk kesehatan dalam negeri yang berkualitas, terjangkau, dan berdaya saing dengan produk impor.

Dapat diketahui, PT Symmex Medical Indonesia merupakan perusahaan manufaktur orthopaedic implants dan surgical instruments yang mengembangkan berbagai lini produk, antara lain nail and wire system, basic trauma, external fixation, arthroplasty, serta surgical instrument. Perusahaan ini juga memiliki agenda pengembangan produk berbasis riset, seperti flexible modular external fixation, low profile locking plate, pelvic C-clamp, titanium locking plate system, megaprostheses joint replacement, injectable bone graft, bio composite scaffold, dan HA coated untuk aplikasi arthroplasty.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi UNDIP dan PT Symmex Medical Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil riset untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNDIP untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata melalui inovasi yang dapat digunakan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

Share this :