UNDIP Gelar Workshop Pemanfaatan RapidILL Dukung Publikasi Bereputasi

UNDIP, Semarang (8/6) – Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan dan UNDIP Press mengadakan workshop dengan menghadirkan narasumber Dwi Janto Suandaru, Marketing Manager PT. Jasaraya Tama Jaya Buana terkait dengan penggunaan RapidILL dalam mendukung publikasi ilmiah bagi civitas academica UNDIP bertempat di Ruang Pertemuan UPT Perpustakaan dan UNDIP Press Lantai 4 pada Senin (08/06). 

Workshop ini kembali memperkenalkan fasilitas layanan RapidILL (Rapid Interlibrary Loan) dalam memaksimalkan publikasi ilmiah bereputasi di lingkungan UNDIP. Melalui layanan ini, para civitas academica UNDIP mampu mengakses berbagai artikel jurnal, e-journal, hingga bab buku dari penulis ternama yang tidak masuk dalam daftar langganan rutin UNDIP. RapidILL merupakan sistem pinjam-meminjam antar perpustakaan di dunia ini cukup efisien dengan proses peminjaman yang hanya membutuhkan waktu 2 x 24 jam bagi para civitas academica UNDIP.

Tidak hanya mendalami penggunaan layanan RapidILL, dalam workshop ini pun sekaligus memperkenalkan Journal Storage (JSTOR) yang merupakan perpustakaan digital dan basis data akademisi terkemuka bagi para peneliti. Dwi Janto juga memberikan tips bagaimana menulis publikasi ilmiah yang berkualitas dan dapat diterapkan oleh seluruh civitas academica.

Wakil Rektor Sumber Daya Manusia, Teknologi Informasi, Hukum dan Organisasi UNDIP, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T. menyampaikan bahwa manusia tak seharusnya kalah dengan mesin, sehingga workshop ini bisa membantu para civitas academica dalam menguasai layanan berbasis teknologi yang ada di UNDIP, salah satunya RapidILL. Ia juga menekankan bahwa meskipun Indonesia masih bersaing cukup jauh dengan negara di luar Asia Tenggara, namun publikasi ilmiah yang dihasilkan Indonesia mampu menyaingi berbagai negara di Asia Tenggara.

“Negara kita sangat membutuhkan, karena publikasi kita cukup rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di luar Asia Tenggara ya, kalau di Asia Tenggara kita nomor 1,” ucap Prof. Adian.

Meski begitu, baginya kualitas publikasi di Indonesia masih perlu untuk ditingkatkan kualitasnya tidak hanya kuantitas. “Hanya ini perlu di improve lagi, ditingkatkan lagi terkait dengan kualitasnya,” lanjutnya. Melalui workshop ini, diharapkan produktivitas dan kualitas publikasi riset UNDIP semakin meningkat di ranah internasional dan tidak ada hambatan dalam meraih ilmu pengetahuan di dunia. (Komunikasi Publik/UNDIP/Hanifa)

Share this :
SDG-4-150x150-1