UNDIP, Semarang (22/6) – Pengelolaan sampah serta pemanfaatan kembali air hujan dan limbah domestik masih menjadi tantangan bagi banyak institusi pendidikan. Menjawab persoalan tersebut, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) meresmikan Program SV Zero Discharge, sebuah sistem pengelolaan air, energi, dan limbah secara terintegrasi yang mengusung prinsip keberlanjutan dengan tagline Nothing Wasted, Everything Managed.
Program ini dikembangkan sebagai bagian dari transformasi Sekolah Vokasi menuju World Class Vocational School melalui penguatan ekosistem Sustainability and Social Impact. SV Zero Discharge dirancang untuk mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, meminimalkan limbah yang keluar dari kawasan kampus, sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi sumber daya yang bernilai guna.
Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu identitas global yang ingin dibangun Sekolah Vokasi bagi para lulusannya.
“Ke depan lulusan kami tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan serta bukti nyata bahwa mereka mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, isu sustainability dan social impact menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem global di Sekolah Vokasi,” ujarnya.
Melalui program ini, air hujan ditangkap dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan domestik kampus maupun diolah menjadi air berstandar laboratorium. Air limbah domestik dari kamar mandi dan toilet juga diproses melalui instalasi pengolahan limbah untuk digunakan kembali sebagai air penyiraman tanaman dan flushing toilet.
Di sektor pengelolaan sampah, limbah organik dari kantin diolah menjadi biogas yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar memasak, sementara residunya digunakan sebagai pupuk. Sampah plastik dan botol bekas juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian, termasuk pengembangan produk berbasis material daur ulang.
Ketua pelaksana program SV Zero Discharge, Ir. Hanggoro Iskandar Putra Wijaya, M.T., menyampaikan bahwa seluruh sistem pengelolaan tersebut dipantau melalui dashboard berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan volume limbah, tingkat daur ulang, serta kondisi fasilitas secara real time.
“Limbah sudah tidak dianggap sampah lagi, tetapi bisa kita manfaatkan nilai gunanya,” ujarnya. Menurut Hanggoro, pendekatan tersebut diwujudkan melalui lima pilar keberlanjutan, yaitu pengelolaan air hujan, pemanfaatan air olahan, tata kelola sampah dan limbah terpadu, reduksi limpasan permukaan (zero run off), serta ekonomi sirkular.
Selain peresmian program tersebut, SV UNDIP juga melaksanakan deklarasi komitmen SV Zero Discharge yang diikuti jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta organisasi kemahasiswaan seperti BEM dan Senat Mahasiswa SV. Melalui deklarasi tersebut, civitas academica Sekolah Vokasi berkomitmen mengelola sumber daya air secara bijaksana, mengurangi pemborosan energi, menerapkan pengelolaan limbah berkelanjutan, serta mengembangkan inovasi, pembelajaran, penelitian, dan solusi terapan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, dan lingkungan.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengapresiasi inisiatif Sekolah Vokasi yang dinilai telah menghadirkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjadi teladan dalam penerapan keberlanjutan melalui langkah-langkah konkret, bukan sekadar menjadikannya sebagai wacana.
“Kampus sudah saatnya menunjukkan praktik keberlanjutan yang nyata. Sekolah Vokasi telah memberikan contoh yang baik dan dapat direplikasi di fakultas maupun sekolah lain di lingkungan UNDIP,” ungkapnya.

Prof. Suharnomo berharap pengembangan SV Zero Discharge dapat menjadi model pengelolaan sumber daya yang diterapkan lebih luas di lingkungan UNDIP, sekaligus mendukung upaya pengurangan penggunaan air tanah dan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Program ini juga diharapkan menjadi living laboratory for sustainability, tempat civitas academica belajar, meneliti, dan mengembangkan inovasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). (Komunikasi Publik/UNDIP/Hng)











