UNDIP, Semarang (24/6) – Universitas Diponegoro mengadakan dialog terbuka antara pimpinan universitas dan mahasiswa melalui kegiatan Duduk Bareng Rektor (DBR) yang berlangsung di Aula Gedung SA-MWA Lantai 1, Kampus UNDIP Tembalang pada Selasa, 23 Juni 2026. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan usulan mengenai berbagai isu krusial kampus secara transparan untuk memperkuat sinergi membangun kampus yang responsif dan inklusif.
Agenda tahunan yang diinisiasi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro ini dihadiri langsung oleh Rektor UNDIP, Ketua Senat Akademik, jajaran Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, hingga jajaran pimpinan lembaga dan birokrasi di lingkungan universitas untuk merespons masukan mahasiswa secara langsung.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut hangat kehadiran perwakilan mahasiswa dalam forum yang menjunjung tinggi kesetaraan ini. Ia menegaskan pentingnya ruang komunikasi yang setara antara mahasiswa dan pimpinan universitas. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana menyampaikan gagasan secara konstruktif, sekaligus mengawal bersama implementasi kebijakan yang telah dirumuskan.
“Forum seperti ini sangat penting karena kita hadir dengan posisi yang setara. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kita duduk bersama untuk memikirkan apa yang terbaik bagi mahasiswa dan bagi kampus tercinta ini. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memperbaiki layanan dan lingkungan belajar di UNDIP,” ungkapnya.
Prof. Suharnomo menjelaskan dalam dua tahun terakhir UNDIP terus melakukan berbagai pembenahan, baik dari sisi fasilitas fisik maupun layanan akademik. Pembangunan infrastruktur kampus, peningkatan kualitas ruang belajar, penataan fasilitas pendukung, hingga pengembangan sarana kemahasiswaan dilakukan secara bertahap dengan tujuan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyaman dan setara bagi seluruh mahasiswa.
“Tentu masih ada kekurangan yang harus diselesaikan. Namun arah kita jelas, yaitu menciptakan kampus yang semakin bermartabat dan semakin bermanfaat. Seluruh pembangunan yang dilakukan pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan semangat UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. Beberapa langkah konkret yang telah dijalankan meliputi penyediaan mesin desalinasi air laut siap minum di Nusakambangan, teknologi pengolahan sampah menjadi kompos, serta sistem pengolahan air bersih (water treatment) untuk mengatasi krisis kemarau di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa. Berbagai aksi nyata ini mencerminkan visi UNDIP sebagai kampus yang bermartabat dan bermanfaat.
Dalam acara ini beberapa kali Prof Suharnomo menegaskan bahwa rektorat menjamin kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, namun dilaksanakan dengan baik dan tetap menjaga diri. Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran dekanat, departemen, hingga program studi untuk senantiasa responsif dalam menjaga semangat kebebasan berekspresi mahasiswa.
Pada acara ini mahasiswa juga menyampaikan poin-poin yang menjadi aspirasi mahasiswa, dipandu oleh moderator Muhammad Rifqy Halim Arkaan. Dialog yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut membahas beragam persoalan yang dekat dengan kegiatan mahasiswa di kampus. Berbagai topik penting dibahas secara mendalam, mulai dari fasilitas kampus seperti pembenahan kantong parkir di beberapa fakultas, peningkatan kapasitas bandwidth internet hingga 300 Mbps, penyediaan ruang publik, penambahan fasilitas ramah disabilitas, penyelarasan kurikulum, hingga kebijakan evaluasi kinerja mengajar dosen. Perwakilan mahasiswa dari Kampus Paralel di Batang dan Jepara juga menyuarakan pemerataan fasilitas hunian, pemeliharaan gedung kuliah, sarana laboratorium, hingga efisiensi sistem jadwal perkuliahan.
Menanggapi eskalasi isu tersebut, jajaran Wakil Rektor langsung memberikan skema solusi taktis. Wakil Rektor II UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, S.E., M.Si., Akt., menjelaskan proyek kantong parkir baru di FPIK dan Pleburan tengah berjalan, termasuk penyediaan ruang parkir tambahan untuk 700-1000 motor pada Agustus mendatang, serta optimalisasi penggunaan gedung Twin Tower 21 lantai untuk menunjang kebutuhan akademik mahasiswa.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Prof. Dr. Adian Fatchur Rochim, S.T., M.T., menjamin pembaruan teknologi Wi-Fi di empat fakultas terdampak akan selesai pada akhir Juli sebelum semester baru dimulai. Di bidang akademik, Wakil Rektor I, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menegaskan langkah monitoring ketat terhadap performa dosen serta kesiapan kurikulum agar tidak menghambat masa studi mahasiswa.
Ketua BEM UNDIP 2026, Nur Maajid Taufiqurrahman, menyebutkan kehadiran perwakilan mahasiswa dalam forum ini bukan sekadar untuk menyampaikan keluhan, melainkan untuk membawa solusi nyata. Pihaknya berharap rancangan solusi yang tepat sasaran dapat segera dieksekusi oleh birokrasi kampus, mulai dari pembenahan sarana prasarana, kebijakan akademik, hingga penanganan isu kekerasan di lingkungan universitas.
Nur Maajid menyampaikan apresiasi terhadap langkah tanggap dari rektorat, atas beberapa poin yang sempat diaudiensikan sebelumnya dan saat ini mulai diselesaikan dan dijalankan dengan baik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa BEM UNDIP akan terus mengawal dan menagih komitmen penyelesaian poin-poin policy brief ini secara konsisten hingga akhir tahun demi memastikan perubahan yang nyata bagi seluruh mahasiswa.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan DBR 2026 ditutup dengan penandatanganan policy brief oleh Rektor, jajaran pimpinan universitas, Ketua BEM UNDIP, serta perwakilan BEM fakultas dan sekolah. Dokumen tersebut menjadi pijakan bersama dalam mengawal langkah perbaikan ke depan dari berbagai rekomendasi yang hadir pada forum dialog. Melalui sinergi kuat yang terbangun dalam Duduk Bareng Rektor 2026, UNDIP optimis mampu melahirkan kebijakan yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan membawa kampus menuju kemajuan yang makin inklusif. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)










