UNDIP, Semarang (25/9) – Sebanyak 64 perwakilan akademisi antropologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkumpul di Gedung Art Center FIB UNDIP. Kehadiran mereka dalam rangka mengikuti Rapat Kerja Nasional Asosiasi Departemen/Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (Rakernas ADJASI) tahun 2026 pada tanggal 21 s.d. 24 September 2026 di Karimunjawa.
Kemeriahan Tarian Kepyar dari UKM Komunitas Tari Kreasi Tradisional FIB UNDIP menjadi pembuka rangkaian kegiatan pada pagi itu. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Pelaksana Arido Laksono, S.S., M.Hum., dilanjutkan dengan sambutan Ketua Prodi Antropologi Sosial Dr. Suyanto, M.Si., serta pembukaan resmi oleh Dekan FIB UNDIP Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum.
Pada sesi siang setelah ishoma, acara kembali berlangsung dengan sambutan Ketua ADJASI, Dr. Rina Hermawati, S.IP., M.Si., kemudian dilanjutkan dengan agenda seminar nasional.
Di samping membahas agenda internal asosiasi, para peserta diajak berdiskusi dalam seminar nasional bertema “Coastal Community Resilience in the Anthropocene”.
Dipandu oleh Afidatul Lathifah, S.Ant., M.A., terdapat 2 pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum. (Unand) Dengan materi berjudul “Sungai sebagai Cultural Keystone Place Identitas Budaya” oleh Dr. Budi Puspo Priyadi, M.Hum. (UNDIP), dengan materi berjudul “IKN akan Menggerus Hegemoni Jawa? “
Keduanya membagikan perspektif mereka terkait tantangan hidup dan dinamika ruang adaptasi masyarakat pesisir saat ini. Memasuki sesi sore hari, panitia memberikan pengarahan terkait kunjungan lapangan (field trip) ke Karimunjawa yang akan dilaksanakan esok harinya. Agenda tahunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi akademisi antropologi se-Indonesia, tetapi juga menghasilkan kontribusi gagasan yang nyata bagi kelestarian kawasan pesisir Nusantara. (Komunikasi Publik/UNDIP)








