Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Kolaborasi Internasional UNDIP untuk Percepatan Investasi di Kepulauan Riau

SEMARANG – Pakar dari Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Lincoln Institute of Land Policy yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat dan Radboud University, Nijmegen, Belanda menginisiasi pengembangan investasi di KPBPB (Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas) Kepulauan Riau (Kepri). Kolaborasi internasional yang  yang melibatkan pakar mancanegara itu mendapat dukungan penuh dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Wakil Direktur Kerjasama Riset Undip, Dr.-Ing. Wisnu Pradoto, ST. MT, mengatakan hal itu, Kamis(18/3/2021). Menurut Wisnu, Tim yang dipimpinnya akan menyusun “Strategi Percepatan Investasi dan Pengembangan Wilayah di Kepulauan Riau”. “Adapun fokus kegiatannya adalah Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Pulau Batam, Bintan dan Karimun,” kata Wisnu Pradoto yang juga menjadi pengajar di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Undip.

Pilihan untuk fokus di Batam, Bintan dan Karimun melalui inovasi pembiayaan infrastruktur, kata dia, dilakukan untuk mendukung pengembangan industri berbasis sumberdaya maritim dan pariwisata unggulan dunia. Wilayah Riau Kepulauan perlu dikembangkan menjadi kawasan ekonomi global, mengingat potensi global value chain dan posisinya yang sangat strategis dalam konteks geoekonomi maupun politik dan pertahanan. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan pusat ekonomi baru di penjuru barat Indonesia. Kerjasama dengan Singapura dan Malaysia akan diarahkan untuk membangun keunggulan inovasi. Di samping itu, keterlibatan negara tetangga sekaligus juga dimaksudkan untuk menarik minat asing untuk berinvestasi di Kawasan Batam, Bintan dan Karimun.

Wisnu Pradoto mengungkapkan, program kerja sama yang dilakukan untuk jangka waktu 3 tahun (2021-2024) selain berupaya untuk membangun model pengembangan wilayah juga untuk mengaplikasikan skema pembiayaan pembangunan infrastruktur non-konvensional untuk mendukung kesiapan wilayah. Pengembangan industri berbasis sumberdaya maritim diharapkan akan menjadi keunggulan komparatif bagi Kepulauan Riau. Selain penyusunan konsep dan strategi  pembangunan, program kerjasama ini juga akan diisi dengan kegiatan pelatihan dan ekseku manajemen lahan dan penerapan Land Value Capturing untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur yang akan berlangsung selama 4 tahun berturut-turut (2021-2024). Training akan dilakukan di Belanda dengan melibatkan beberapa lembaga pemerintah dan pusat penelitian.

Sebagai awalan, pada awal November 2020 yang lalu telah dilaksanakan Diseminasi dan Workshop tentang Strategi Pembiayaan Infrastruktur di Semarang, yang diikuti oleh pengurus Badan Pengelola Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang serta beberapa pejabat Dewan Kawasan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Share this :

Category

Arsip

Related News