Karya Inovator Fisikawan Medis UNDIP Mendunia: Software IndoQCT untuk CT-Scan telah Diunduh oleh Pengguna di lebih dari 90 Negara

UNDIP, Semarang (10/1) – Mengawali tahun 2026, Universitas Diponegoro (UNDIP) telah menghasilkan “IndoQCT v26d: Software for Evaluating the Quality of Computed Tomography Images”, sebuah perangkat lunak terbaru yang dikembangkan untuk mendukung evaluasi kualitas citra CT secara otomatis, objektif, dan efisien. Peluncuran resmi IndoQCT v26d akan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 09.00 – 11.00 WIB yang bisa dilihat di YouTube Resmi Fisika UNDIP yang juga berisikan penjelasan tentang software ini.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi fisikawan medik dalam melaksanakan kendali mutu CT-scan secara lebih cepat dan efektif, alat bantu riset ilmiah di bidang CT-scan, serta media penunjang kegiatan edukasi di bidang fisika medis dan radiologi. Dalam bidang kesehatan teknologi ini juga mengurangi efek samping proses CT-scan pada pasien mulai dari yang ringan seperti alergi, pusing dll, hingga efek samping berat seperti kerusakan DNA sel-sel tubuh dan peningkatan risiko terjadinya kanker.

IndoQCT v26d merupakan versi pengembangan terkini dari perangkat lunak evaluasi kualitas citra CT yang telah dikembangkan sejak tahun 2018. Versi ini hadir dengan sejumlah fitur unggulan terbaru untuk menunjang kebutuhan riset maupun kendali mutu (Quality Control/QC) klinis, di antaranya Detectability Index Measurements untuk pengukuran indeks deteksi objek, penyimpanan informasi DICOM ke dalam basis data terintegrasi, serta berbagai peningkatan fitur lainnya.

UNDIP telah berhasil berkolaborasi dengan PT Quarta Medika Indonesia (QMI), sehingga produk inovasi unggulan Undip hasil riset Dosen Fisika Medik Undip dengan ketua tim, Dr. Choirul Anam dan Prof. Heri Sutanto beserta timnya, termasuk Ariij NaufalWahyu S. Budi, ini telah sampai pada tahap komersial.

Dr. Choirul Anam, M.Si., F.Med. Ketua Tim Peneliti Software IndoQCT

Ini adalah versi ke-4. Sebelumnya adalah v22a, lalu v24b, lalu v25c, dan yang sekarang v26d. Pada versi ini, IndoQCT telah dilengkapi dengan beberapa fitur, misalnya pengukuran detectacbility index dengan model NPW dan NPWE; dilengkapi human observer dengan metode AFC, ROC, dan LROC; penyimpan DICOM info ke dalam database; dan berbagai error telah diperbaiki. Tampilan IndoQCT v26d juga lebih segar, lebih colourful, dan lebih user friendly. Tab input parameter yang dulunya statis, kini dibuat lebih dinamis. Menejemen file juga sudah di-updated.

Hingga saat ini, sekitar 95 paper sudah dipublikasi sebagai hasil dari pengembangan IndoQCT. Beberapa paper dipublikasi di jurnal utama dalam bidang fisika medis, seperti Medical Physics (Med Phys), Physics in Medicine and Biology (Phys Med Biol), Journa of Applied Clinical Medical Physics (J App Clin Med Phys), Physica Medica (Phys Med), Radiation Physics and Chemistry (Rad Phys Chem), Biomedical Physics and Engineering Express (Biomed Phys Enng), Journal of Medical Physics (J Med Phys), dll. Hingga saat ini, IndoQCT telah di-download dan digunakan oleh lebih dari 90 negara.

IndoQCT dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pelaksanaan QC CT konvensional yang hingga saat ini masih banyak dilakukan secara manual, memerlukan waktu lama—khususnya untuk pemeriksaan harian—serta rentan terhadap bias subjektivitas pemeriksa. Dengan IndoQCT, proses evaluasi kualitas citra CT dapat dilakukan secara otomatis dan terstandar.

Download IndoQCT

Dibandingkan dengan perangkat lunak sejenis, IndoQCT memiliki sejumlah keunggulan, antara lain mendukung berbagai jenis phantom tanpa bergantung pada vendor tertentu, serta menyediakan pengukuran otomatis yang efisien, objektif, universal, dan portabel. Selain itu, IndoQCT juga memungkinkan pengukuran metrik kualitas citra langsung dari citra klinis pasien, sehingga dapat membantu proses optimasi dosis secara lebih mudah dan objektif.

Fitur tambahan IndoQCT mencakup analisis tekstur, reduksi noise, berbagai pilihan window citra termasuk blending multi-window RGB, serta kemampuan reformat citra (sagital, koronal, oblik, dan bidang tidak beraturan). Seluruh parameter kualitas citra tersimpan dalam basis data, dan laporan dalam format PDF dapat dihasilkan secara otomatis.

Dari sisi pengembangan, IndoQCT awalnya dikembangkan menggunakan Matlab sejak 2018, kemudian diredevelop ke dalam bahasa pemrograman Python pada tahun 2021 guna memudahkan distribusi dan pengembangan lebih lanjut.

Inovasi peneliti UNDIP ini menunjukkan bahwa UNDIP telah menghasilkan teknologi di bidang medis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas. (Komunikasi Publik UNDIP/ Sumber: https://dirinovki.undip.ac.id/ ed. Nurul)

Share this :