UNDIP, Semarang (26/2) – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Tarawih Silaturahim (Tarhim) bagi dosen dan tenaga kependidikan, bertempat di Muladi Dome pada Selasa, 24 Februari 2026 selepas waktu Maghrib. Program ini bertujuan sebagai langkah keluarga besar UNDIP dalam meningkatkan keimanan di bulan puasa serta mempererat sinergi dan kebersamaan melalui silaturahmi. Rektor UNDIP, Ketua Majelis Wali Amanat, dan Ketua Senat Akademik bertindak sebagai shohibul bait dalam Tarhim kali ini. UNDIP mengundang Prof. Dr. Ahmad Rofiq, M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Tengah sebagai pembicara.
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dan atas nama Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. serta Ketua Majelis Wali Amanat, Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Akt, Ph.D. menyambut keluarga besar UNDIP yang hadir dalam kegiatan Tarhim. “Alhamdulillah hari ini yang menjadi imam salat Tarawih adalah mahasiswa Fakultas Teknik, Mas Abdurrahman Fawwaz, yang meraih Juara II MTQ Mahasiswa Nasional 2025, Tahfidz 20 Juz,” ucapnya di awal sambutan.
Prof. Suharnomo berpesan kepada dosen dan tenaga kependidikan UNDIP agar senantiasa berdedikasi dalam melaksanakan pelayanan publik dan bekerja dengan hati gembira karena bekerja merupakan bagian dari amal ibadah.
Dalam tausiahnya, Prof. Dr. Ahmad Rofiq, M.A. menyampaikan rasa kagum atas peran Pangeran Diponegoro dalam menyebarkan agama Islam. Ia berpesan, “Semoga semangat perjuangan Pangeran Diponegoro membersamai keluarga besar UNDIP. Kita kembali kepada fitrah, diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa menghidupkan malam Ramadan (salat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, pahalanya langsung Allah SWT yang menentukan. Puasa menguji kejujuran, maka jangan berbicara jorok, jika tida bisa lebih baik tidur. Karena di bulan Ramadan, kita tidak sekadar berpuasa jasmani, namun juga mengendalikan hati dan pikiran. Mari kita naikkan grade puasa,” lanjutnya.
Adapun Ramadan berasal dari kata Arab ramiḍa atau ar-ramad yang berarti panas yang membakar, dimaknai sebagai bulan yang membakar dosa-dosa melalui amal ibadah.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak kasturi.” demikian Allah SWT memuliakan tanda-tanda ibadah hamba-Nya. Puasa Ramadan adalah perintah langsung dari Allah SWT yang disyariatkan pada masa Nabi Muhammad SAW di Madinah dan menjadi salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu.
Dengan demikian, kegiatan Tarhim di UNDIP menjadi momentum untuk mengobarkan semangat dalam menjalankan amalan di bulan puasa disertai menata hati. Acara ini ditutup dengan silaturahmi antar pegawai dan berjabat tangan menyambut datangnya Ramadan dengan hati yang bersih. (Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)







