UNDIP, Semarang (26/2) – Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.
Acara bertema “Goes to Campus War on Drugs for Humanity to UNDIP Bersinar (Bersih dari Narkoba)” ini diselenggarakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Rektor, Lantai 2, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang. Kerja sama ini secara khusus mengatur tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi kedua belah pihak guna mewujudkan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan zat adiktif sekaligus meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. Sinergi fungsional ini dilaksanakan dengan prinsip itikad baik dan kesederajatan guna memastikan keberlanjutan program proteksi bagi seluruh civitas academica.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menekankan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), UNDIP memiliki tanggung jawab besar dalam menyelenggarakan pendidikan yang bersih dan bermartabat. Prof. Suharnomo secara tegas menyatakan, “Kita ingin memastikan bahwa lingkungan kampus bukan hanya menjadi pusat keunggulan intelektual, tetapi juga benteng moral yang kokoh”, ucapnya.
“Kerja sama dengan BNNP Jawa Tengah adalah upaya preventif sistematis supaya mahasiswa kita tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki integritas untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika demi masa depan bangsa yang lebih baik,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BNNP Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sinergi ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari deteksi dini hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia. “Kampus merupakan mitra strategis bagi BNN dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Melalui program ‘Goes to Campus’, kami mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan edukasi ilmiah. Kami berkomitmen mendukung penuh UNDIP melalui penyediaan data, fasilitasi riset, serta program magang bagi mahasiswa supaya mereka memahami realitas tantangan P4GN di lapangan secara langsung.”
Program kerja sama ini juga menyasar pada pengembangan materi bahaya penyalahgunaan narkotika yang akan diintegrasikan secara organik ke dalam kurikulum mata kuliah. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pertukaran data dan informasi serta publikasi ilmiah di bidang narkotika untuk kepentingan inovasi, teknologi, dan pelayanan kesehatan.
Melalui komitmen yang kuat ini, Universitas Diponegoro terus berupaya menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif bagi pengembangan potensi manusia. Sinergi antara UNDIP dan BNNP Jawa Tengah diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam pembangunan karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas menghadapi ancaman narkotika global. Seluruh langkah strategis ini diambil sebagai refleksi nyata dari upaya kolektif dalam mewujudkan UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP/Riri)









