Puteri Indonesia Jawa Tengah 2026, Alumni UNDIP, Inisiasi Gerakan #HarmonyInHeritage untuk Tumbuhkan Cultural Awareness

UNDIP, Semarang (17/3) – Universitas Diponegoro (UNDIP) turut berbangga atas prestasi luar biasa salah satu alumninya, Gitta Putri Mardanti, yang terpilih menjadi Puteri Indonesia Jawa Tengah 2026. Gitta merupakan alumni Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP angkatan 2016. Dirinya yang telah aktif di berbagai bidang sejak masa kuliah kini makin memantapkan langkahnya untuk fokus di dunia pageant.

Pencapaian ini merupakan buah dari perjalanan panjang, konsistensi, serta proses pengembangan diri yang telah dibangun olehnya. Gitta berkata, “Ketertarikan saya terhadap dunia pageant sebenarnya telah tumbuh sejak kecil. Namun, keputusan untuk benar-benar melangkah ke ajang Puteri Indonesia Jawa Tengah merupakan hasil dari proses selama kurang lebih delapan tahun terakhir.” Dirinya tersadar bahwa berdiri di atas panggung memiliki kekuatan, lebih dari sekadar penampilan, namun menjadi ruang untuk menyuarakan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.

Pengalaman Gitta berada di atas panggung telah terbentuk sejak masa kuliahnya di UNDIP, saat ia aktif bersama Paduan Suara Mahasiswa Teknik (PSMT) dan mengikuti kompetisi nasional hingga internasional. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam ajang Denok Kenang Kota Semarang sebagai duta wisata. Langkahnya membawa dirinya sampai di panggung Puteri Indonesia Jawa Tengah, dengan dedikasi, disiplin, dan melalui berbagai tahap pembentukan diri untuk menjadi representatif yang paham akan kebudayaan lokal.

“Motivasi saya mengikuti Puteri Indonesia Jawa Tengah bukan semata-mata untuk meraih gelar, tetapi untuk memperluas dampak. Saya ingin menjadi perempuan yang tidak hanya berdiri dengan percaya diri, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang jelas untuk berkontribusi bagi budaya dan generasi muda Jawa Tengah. Bagi saya, mahkota bukan tujuan akhir, melainkan simbol tanggung jawab. Dan saya percaya, setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun, saya siap melangkah sebagai versi terbaik diri saya. Ini adalah hasil dari proses panjang, doa, dan konsistensi yang saya jaga selama ini,” cerita Gitta tentang proses seleksi dan terpilihnya menjadi Puteri Indonesia Jawa Tengah.

Sedikit kilas balik di masa kuliah, Gitta menyampaikan kesan mengenai arsitektur yang mengajarkannya bahwa setiap ruang memiliki cerita dan setiap desain memiliki dampak terhadap manusia yang menggunakannya. Ia menyebutkan, “Cara berpikir ini membentuk perspektif saya dalam melihat peran sosial bahwa setiap program yang kita rancang harus memiliki tujuan yang jelas, berdampak nyata, dan berkelanjutan.”

Mengikuti kompetisi internasional bersama PSMT UNDIP dan meraih Grand Prix Winner pada 18th Busan Choral Festival and Competition 2022 di Korea Selatan menjadi memori yang berkesan bagi Gitta. “Kami membawa nama UNDIP dan Indonesia. Ada rasa tegang, haru, sekaligus bangga. Di momen itu, saya belajar bahwa harmoni tidak hanya mengenai teknik vokal, tetapi juga tentang kepercayaan, disiplin, dan kemampuan untuk saling menguatkan. Bagi saya, UNDIP adalah ruang yang membentuk integritas, kedisiplinan, dan cara berpikir strategis yang saya bawa hingga hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, PSMT UNDIP meraih special award“Best Presentation in Ethnic Category”, sebuah penghargaan atas ekspresi musik dan kostum yang terinspirasi oleh nilai tradisi lokal Indonesia. Dari situ, Gitta melihat bahwa budaya seharusnya bukanlah sekadar ‘objek museum’, tetapi sesuatu yang hidup, bercerita, dan dapat diinterpretasikan ulang sesuai zaman.

Gerakan #HarmonyInHeritage adalah gagasan Gitta yang bertujuan untuk menjembatani generasi muda dengan warisan budaya Jawa Tengah melalui pendekatan yang relevan, kreatif, dan modern. “Melalui seni pertunjukan, fashion reinterpretatif, kolaborasi dengan komunitas kreatif, serta kampanye digital storytelling, saya ingin menghadirkan budaya Jawa Tengah yang dekat dengan keseharian anak muda,” katanya.

Harmoni membawa keseimbangan antara tradisi dan inovasi, antara nilai luhur masa lalu dan keberanian untuk bertransformasi. Ketika keduanya berjalan beriringan, budaya tidak akan tertinggal oleh zaman, melainkan menjadi fondasi kuat bagi masa depan.

Karenanya, Gitta mengajak generasi muda untuk menghidupkan kembali harmoni kebudayaan agar tidak sebatas nostalgia. Menurutnya, generasi muda merupakan motor perubahan yang memiliki potensi besar untuk menggerakkan berbagai sektor, termasuk budaya dan ekonomi kreatif. Ia mengajak untuk membentuk ruang inklusif dan penuh inovasi. “Saya percaya ketika generasi muda merasa didengar, dihargai, dan diberi ruang, mereka akan menjadi kontributor aktif dalam pembangunan, bukan hanya penonton.” Melalui perjalanan dan gagasan yang ia bawa, Gitta Putri Mardanti menunjukkan bahwa prestasi, integritas, dan rasa cinta terhadap budaya dapat berjalan beriringan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan bagi Jawa Tengah dan Indonesia. (Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)

Share this :