UNDIP, Semarang (21/3) – Takmir Masjid Kampus Universitas Diponegoro (Maskam UNDIP) menyelenggarakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 06.15 WIB di Masjid Kampus UNDIP. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh sivitas akademika dan masyarakat umum.
Salat Idul Fitri dipimpin oleh Imam Ustaz Yasir Muna Al-Hafizh, dengan khotib Dr. Phil. Wahid Abdulrahman, S.IP., M.IP., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNDIP. Dalam khotbahnya yang berjudul “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah”, Dr. Phil. Wahid Abdulrahman menekankan pentingnya menjaga kemuliaan yang diperoleh selama bulan Ramadan melalui penguatan persaudaraan dalam berbagai dimensi kehidupan.
“Islam mengajarkan kedamaian, bukan perpecahan. Oleh karena itu, perbedaan yang ada di tengah umat harus disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, dan semangat untuk tetap bersatu,” ujarnya.
Khotib menyampaikan bahwa ukhuwah islamiyah menjadi fondasi utama bagi umat Islam untuk saling menjaga kehormatan, memperkuat solidaritas, dan menghindari perpecahan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan di tengah umat, harus disikapi dengan kedewasaan, saling menghormati, dan semangat persatuan.
“Sudah saatnya kita mengesampingkan hal-hal yang hanya menimbulkan pertentangan dan menguras energi. Sebaliknya, kita perlu fokus bekerja dan berkontribusi nyata untuk kemajuan dan kemaslahatan umat,” tambahnya.
Selain itu, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan juga menjadi sorotan penting. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan bersama-sama menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, hingga kerusakan lingkungan. Ia menegaskan pentingnya peran pemimpin yang adil dan amanah, serta masyarakat yang kritis namun tetap santun.
“Kita adalah satu bangsa. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, khotib juga mengajak untuk memperluas ukhuwah insaniyah atau persaudaraan kemanusiaan. Dalam kehidupan global yang penuh dinamika, nilai kemanusiaan harus tetap dijunjung tinggi tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun bangsa. Khotib turut menyinggung berbagai konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia sebagai pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Sebagai sesama manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai kemanusiaan dan peduli terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang terjadi di dunia,” pungkasnya.
Sebagai penutup, khotib menegaskan bahwa hari raya Idul Fitri merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kepedulian sosial. Dengan menjaga ukhuwah dalam tiga dimensi tersebut, umat Islam diharapkan mampu menjadi pribadi yang membawa kedamaian, keadilan, dan kemaslahatan bagi masyarakat luas. (Komunikasi Publik/UNDIP/Dhany)







