UNDIP, Semarang (21/4) – UNDIP melalui Kantor Pengembangan Karier Mahasiswa, Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional. Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Career Coaching 2026 sebagai rangkaian pembekalan bagi calon wisudawan periode Wisuda ke-182 UNDIP.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, pukul 08.00 s.d. selesai di Ballroom Muladi Dome lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang. Turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Pimpinan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Kantor Pengembangan Karier Mahasiswa, serta peserta Career Coaching, yaitu calon wisudawan periode Wisuda ke-182 UNDIP.
Career Coaching secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya mahasiswa memiliki keterampilan dan kompetensi untuk dunia kerja. “Ada mahasiswa Kimia UNDIP, tetapi menjadi staf IT di perusahaan. Kelihatannya aneh, tapi memang terjadi. Jadi, di dunia kerja saat ini seorang mahasiswa harus memiliki kompetensi dan skill, terutama di bidang IoT maupun teknologi, tanpa memandang latar belakang jurusannya,” jelasnya.
Kepala Kantor Pengembangan Karier Mahasiswa UNDIP, Lala Irviana, S.Sos., S.E., M.M., melaporkan bahwa Career Coaching diikuti oleh 600 mahasiswa. Kegiatan ini dirancang khusus untuk pembekalan calon wisudawan periode Wisuda ke-182 UNDIP. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kesiapan mental, kompetensi, dan strategi karier lulusan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow dunia karier yang menghadirkan narasumber inspiratif, yaitu Arlinia Nanda, Corporate Talent Acquisition Lead di Cimory Group. Ia menjelaskan perjalanan, proses, serta pengalamannya yang membuatnya dapat berkarier di Cimory Group. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa mindset di dunia kerja harus proaktif, berorientasi pada dampak dan hasil, serta berani mencoba dan belajar.
“Jika sekarang di kampus masih menunggu arahan dari dosen, tugas yang penting selesai, dan takut salah. Maka setelah lulus dan hendak masuk dunia kerja, mindset harus diubah menjadi pribadi yang proaktif, berorientasi pada impact dan hasil, serta berani mencoba dan belajar hal-hal baru,” ungkap Arlinia.
Setelah talkshow, peserta mengikuti sesi utama Career Coaching Clinic yang terbagi ke dalam 4 station bertajuk RISE (Ready, Inspire, Skilled, dan Empowered). Setiap station dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan diri mahasiswa, mulai dari peningkatan kemampuan komunikasi, personal branding, pengenalan potensi diri, hingga penguatan ketangguhan karier (career resilience). (Komunikasi Publik/UNDIP/AKS)







