UNDIP, Semarang (6/5) – Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) jalin kerja sama di bidang Tridharma Perguruan Tinggi dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pada Selasa, 5 Mei 2026 bertempat di gedung Widya Puraya UNDIP, Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. didampingi oleh Direktur Inovasi dan Kerja Sama, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. beserta jajaran menyambut perwakilan YCAB, yaitu Chief Operating Officer YCAB, Linda Sukandar beserta tim.
Kolaborasi ini berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM agar semakin unggul, mendukung akses pendidikan serta menambah kapasitas ruang belajar bagi generasi muda. Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara UNDIP dan YCAB dilaksanakan oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dan Chief Operating Officer YCAB, Linda Sukandar. Prosesi ini menjadi titik awal komitmen bersama untuk mendukung kemajuan bangsa agar berdampak kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo menyambut baik kolaborasi yang sesuai dengan tagline ‘UNDIP Bermartabat dan Bermanfaat’. Tujuannya yakni untuk membantu mahasiswa agar tetap bisa melanjutkan studi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.
“Ada dana sekitar Rp 8 miliar yang disediakan oleh UNDIP kerja sama dengan Pemerintah Daerah, mitra, dan juga kalangan masyarakat termasuk teman-teman alumni. Semoga kerja sama dengan YCAB ini dapat menjadi langkah kita untuk membantu masyarakat,” jelas Prof. Suharnomo.
Chief Operating Officer Yayasan Cinta Anak Bangsa, Linda Sukandar menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kehormatan bagi YCAB untuk hadir dan berperan di lingkup pendidikan, penelitian, serta memberikan bakti kepada masyarakat. Linda berkata, “Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas dengan didukung riset dapat memutus lingkaran kemiskinan. Kami mendukung peningkatan kapasitas diri pada anak muda marginal serta meningkatkan perekonomian keluarga melalui pengembangan ekonomi mikro bahkan ultramikro.”
Melalui kerja sama dengan UNDIP, pihak YCAB ingin merangkul lebih banyak calon pemimpin masa depan. “Dengan menyediakan beasiswa, kita latih anak muda untuk terus belajar, dan menjadi pilar agar keluarga menjadi lebih kuat. Kami juga menggerakkan mereka di bidang entrepreneurship, contohnya kelas membuat batik, yang menjadikan batik karya anak bangsa menjadi bernilai lebih tinggi,” ungkap Linda.
Kerja sama dua institusi ini menjadi jembatan dalam membangun solusi dan inovasi. Dari langkah awal ini, diharapkan kerja sama selanjutnya seperti penelitian bersama(joint-research) dan projek sosial (social project) mampu dikembangkan dan melibatkan generasi muda secara langsung dan berkelanjutan. (Komunikasi Publik/UNDIP/Titis)







