UNDIP Juara 3 Tari Tradisional di National Folklore Festival 2026

UNDIP, Semarang (6/5) – UKM Kesenian Jawa belum lama ini meraih Juara Terbaik Tari Tradisional dalam kompetisi Nasional Folklore Festival (NFF) 2026 yang telah berlangsung pada Rabu, 29 April 2026 di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa), Universitas Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia setiap dua tahun sekali.

Dengan menyajikan tari tradisional garapan yang berjudul “Tari Ratna Dipanegara” yang mengisahkan Raden Ayu Rara Retnaningsih, istri Pangeran Diponegoro yang setia mendampingi perjuangan hingga masa pengasingan. Sosoknya digambarkan lembut namun tangguh, tidak hanya menjadi pendamping di tengah Perang Jawa, tetapi juga ikut menanggung pahitnya perjuangan melawan kolonial Belanda bersama Sang Diponegoro.

Adapun mahasiswa yang menyajikan tari tersebut adalah mahasiswa  yang tergabung dalam UKM Kesenian Jawa UNDIP.  Berikut nama-nama yang menyajikan Tari Ratna Dipanegara:

  1. Elvaretha Anggun Syafa Aila/Administrasi Bisnis (2024),
  2. Trihanum Alghaniyyu/Bahasa Asing Terapan (2024),
  3. Fridarycha Anggia Putranti/Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur (2025),
  4. Rashida Lara Sukarno/Psikologi (2025),
  5. Wahyu Indah Sari/Peternakan (2025).

Salah satu penari, Trihanum Alghaniyyu mengungkapkan bahwa mengikuti kompetisi NFF ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena tidak hanya memberi keseruan, tetapi juga banyak pelajaran berharga tentang kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

“Lomba ini menjadi pengalaman seru dan berharga buat kami. Dari latihan sampai tampil di panggung, kami belajar kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan jadi lebih percaya diri,” ungkap Trihanum.

Ia juga berharap seni tari tradisional semakin dikenal luas di kalangan generasi muda. Ia juga menilai kegiatan seperti NFF menjadi wadah penting untuk menampilkan budaya, bakat, serta mempererat kekompakan tim.

“Semoga tari tradisional makin dikenal dan makin banyak anak muda yang mau melestarikannya. Semoga tim kami tetap kompak, terus berkembang, dan di kesempatan berikutnya bisa tampil lebih maksimal,” pungkasnya.

Perjuangan dalam meraih kemenangan tentunya tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan untuk latihan dan kerja keras yang sungguh-sungguh dari penari dan tim pendukung. Untuk menyajikan tarian dengan baik, dibutuhkan pula kerja keras dari tim non pemain yang menyiapkan garapan iringan musik, tari, dan perlengkapan penunjang tarian. (Komunikasi Publik/UNDIP/AKS & As3)

Share this :