Mahasiswa Teknik Industri, Ni Wayan Sriyanti, Wakili UNDIP di PILMAPRES Nasional 2026

UNDIP, Semarang (19/05) – Semangat berprestasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro melalui kiprah Ni Wayan Sriyanti, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik angkatan 2023, yang berhasil menembus ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Program Sarjana tingkat wilayah Jawa Tengah tahun 2026. Pencapaian ini menjadi penanda konsistensi UNDIP dalam membina talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.

Perjalanan Atik di UNDIP, sapaan akrabnya, dimulai melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) Karya Ilmiah. Sejak awal masa perkuliahan, ia telah diperkenalkan pada berbagai ekosistem prestasi seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), hingga Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Lingkungan yang kondusif tersebut menumbuhkan minatnya untuk aktif berkompetisi dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Atik juga berperan sebagai asisten laboratorium di Studio Manajemen dan Kewirausahaan. Selain itu, ia menginisiasi dan mengelola Cening Community, sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan UMKM. Melalui komunitas ini, ia mendorong pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi di tengah dinamika bisnis sekaligus meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi generasi muda yang rentan terhadap judi online dan pinjaman online.

Rekam jejak prestasinya terbilang impresif. Pada tahun 2024, ia berhasil menjadi finalis PIMNAS di bidang Karsa Cipta (KC). Tidak berhenti di sana, pada 2025 ia meraih Juara 1 dalam International Industrial Design and Seminar Competition yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Industri UNDIP. Pengalaman internasionalnya juga semakin kuat saat mempresentasikan risetnya dalam forum Youth Leader Exchange and Conference di Thailand pada Februari 2026.

Peran Atik tidak hanya sebagai peserta kompetisi, tetapi juga sebagai mentor. Sejak 2025, ia dipercaya menjadi mentor ajang internasional yang difasilitasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kontribusinya terbukti nyata saat berhasil mendampingi delegasi Indonesia meraih medali perak pada 2025, melanjutkan jejaknya sebagai peraih medali emas pada ajang Young Inventor Challenge di Malaysia pada 2023.

Baginya, prestasi bukan sekadar deretan penghargaan, melainkan sejauh mana dampaknya dapat dirasakan. Prinsip ini tercermin dalam berbagai inisiatif yang ia jalankan, mulai dari riset inovatif hingga pemberdayaan masyarakat. Ia meyakini, semakin besar dampak sebuah inovasi, semakin luas pula manfaat yang dirasakan oleh universitas, masyarakat, hingga pemerintah.

Perjalanan menuju PILMAPRES 2026 tidaklah ringan. Tantangan terbesar datang dari padatnya aktivitas akademik di bidang teknik, mulai dari tugas, laporan praktikum, hingga proyek, serta padatnya kegiatan organisasi. Di sisi lain, ia tetap harus mempersiapkan berkas dan substansi penilaian dengan saksama. Meski sempat tak menyangka bisa melangkah hingga tingkat wilayah, rasa bangga dan syukur menjadi energi untuk terus melangkah lebih jauh.

“Saya tidak menyangka bisa menjadi Mahasiswa Berprestasi sampai tingkat wilayah. Rasanya senang dan bangga. Semua ini berkat dukungan UNDIP, orang tua, sahabat, dan teman-teman di sekitar saya,” ungkapnya.

Atik juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan akademik. Ia merasakan keterlibatan aktif dosen dan program studi yang terbuka dalam membimbing, memberi arahan, membantu saat ada kendala, serta memfasilitasi setiap langkahnya. Dukungan tersebut menjadikannya mampu berkembang tanpa merasa tertinggal, sekaligus memperkuat kepercayaan dirinya dalam menghadapi berbagai kompetisi.

Latar belakang sederhana tidak menjadi penghalang bagi Atik untuk terus maju. Dengan berbekal keberanian, keyakinan, dan kemampuan intelektual, ia berupaya membangun masa depan yang lebih baik. Dukungan melalui Beasiswa Indonesia Maju dari Puspresnas turut menjadi faktor penting yang memungkinkannya untuk fokus pada pengembangan diri dan prestasi.

Berbagai pengalaman kompetisi telah membentuk karakter yang tangguh dan memperluas wawasan Atik. Interaksi dengan peserta dari berbagai daerah hingga jejaring profesional membuka peluang besar untuk masa depan, sekaligus mengasah keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan dunia kerja. Menutup refleksi, Atik membagikan pesan kepada mahasiswa UNDIP dan generasi muda Indonesia agar tidak takut gagal. “Habiskan kuota kegagalanmu, nikmati jaringan kesuksesanmu,” serunya. Bagi Atik, kegagalan adalah bagian dari proses yang tak terpisahkan dari kesuksesan. “Jangan takut gagal, karena kesuksesan yang indah sedang menanti di depan,” pungkasnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

Share this :
No data was found