UNDIP, Semarang (20/5) – Universitas Diponegoro (UNDIP) semakin memperkuat perannya dalam mendukung agenda keberlanjutan global melalui penyelenggaraan Summer Course SDGs Center 2026 bertajuk Community-Based Waste Upcycling for New Resources yang berlangsung pada 5–20 Mei 2026. Program internasional yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh SDGs Center UNDIP ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sampah berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan inovasi pengolahan limbah berbasis masyarakat.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta internasional. Sebanyak 74 peserta dari 27 negara turut ambil bagian, terdiri atas 13 peserta dari Indonesia dan 61 peserta internasional. Dari jumlah tersebut, 20 peserta hadir langsung di Semarang, sementara peserta lainnya mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari berbagai negara.
Melalui program ini, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu, konsep ekonomi sirkular, hingga dinamika politik dan ekonomi global yang memengaruhi tata kelola limbah di berbagai negara. Selain sesi akademik daring, peserta yang hadir secara langsung di Semarang juga mendalami berbagai praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas serta teknologi pengolahan limbah modern yang berkembang di Indonesia.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) UNDIP. Di lokasi tersebut, peserta menyaksikan secara langsung penerapan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai guna, serta sistem budidaya maggot yang dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan limbah organik. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis mengenai bagaimana inovasi berbasis riset dapat diterapkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Peserta juga melakukan site visit ke Desa Kemudo, Kabupaten Klaten, untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan di tingkat desa. Melalui kunjungan tersebut, peserta melihat bagaimana kolaborasi masyarakat mampu membangun sistem pengelolaan limbah yang efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga.
Sebagai bagian dari evaluasi program, seluruh peserta mempresentasikan proyek akhir berupa gagasan dan solusi inovatif terkait pengelolaan sampah berbasis komunitas dalam sesi final pitching. Berbagai ide yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan diterapkan di negara masing-masing sebagai solusi terhadap persoalan limbah yang semakin kompleks di tingkat global.
Kepala SDGs Center UNDIP, Prof. Bulan Prabawani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen UNDIP dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Program ini diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan inovasi keberlanjutan di masa mendatang,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Summer Course internasional ini, UNDIP tidak hanya menjadi pusat pertukaran pengetahuan global, tetapi juga memperkenalkan berbagai praktik inovatif pengelolaan sampah yang berkembang di Indonesia kepada peserta dari berbagai negara. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UNDIP dalam membangun jejaring akademik internasional dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikais Publik/ Tim SDGs)







