UNDIP, Semarang (28/6) – Ribuan pengunjung tampak memadati jembatan Sikatak Universitas Diponegoro pada Minggu, 28 Juni 2026. Pemandangan padatnya pengunjung menjadi aktivitas rutinitas yang ditemui pada acara Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di Jembatan Sikatak kampus UNDIP Tembalang. Program CFD merupakan inisiasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Rusunawa Universitas Diponegoro, yang diresmikan oleh Rektor Universitas Diponegoro pada 20 Oktober 2024.
Pada awal peresmian, tenan yang mengikuti program Car Free Day (CFD) sebanyak 100 (seratus) tenan. Saat ini, jumlah tenan melonjak menjadi 200 (dua ratus) tenan. Para pedagang atau pemilik tenan sebagian besar adalah warga Tembalang. Dalam pelaksanaannya, program CFD bekerja sama dengan RT, RW dan kelurahan Tembalang.
Saat meninjau CFD di Jembatan Sikatak, Lurah Tembalang Asih Sri Windarti, S.T. menyampaikan besarnya animo pengunjung yang datang ke jembatan Sikatak. “Banyaknya jumlah pengunjung dan bertambahnya tenan, Kelurahan dan panitia bermaksud menata ulang tenan agar para pengunjung menjadi lebih nyaman lagi”, kata Asih.
Panitia penyelenggara dari kelurahan Tembalang, Eko Sakti mengatakan bahwa CFD di Jembatan Sikatak menjadi destinasi jalan-jalan yang banyak diminati. Tiap minggu pagi ribuan pengunjung memadati jembatan Sikatak.
“CFD di jembatan Sikatak adalah yang terpanjang di kota Semarang. Mulai dari jalan masuk jembatan Sikatak hingga makam UNDIP. Pengunjung dapat menikmati kuliner yang berjajar dari ujung utara jembatan sampai dengan ujung selatan yakni makam UNDIP,” ujar Eko.
“Uniknya beberapa pedagang atau yang membuka lapak di jembatan Sikatak adalah pedagang yang sebelumnya berdagang atau mengikuti CFD di Setiabudi, Meteseh dan Simpanglima. Bukti bahwa CFD di jembatan Sikatak menjadi daya magnet baik untuk pedagang dan juga ribuan pengunjung,” jelas Eko.
Setelah diresmikan oleh Rektor UNDIP, pelaksanaan CFD di jembatan Sikatak dikelola oleh kelurahan Tembalang.
Program Car Free Day (CFD) di jembatan Sikatak kampus UNDIP Tembalang menjadi implementasi nyata konsep kampus berdampak, di mana perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Kehadiran ratusan tenant memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari kuliner, produk kreatif, kerajinan, fesyen, hingga berbagai layanan masyarakat. Antusiasme pengunjung diharapkan mampu meningkatkan omzet para pelaku usaha sekaligus memperluas jaringan pemasaran mereka.
Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro berperan sebagai penggerak kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam satu ruang publik yang produktif. Konsep tersebut sejalan dengan visi kampus berdampak yang menempatkan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, yakni masyarakat Tembalang dan sekitarnya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, CFD di jembatan Sikatak UNDIP Tembalang juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, olahraga, seni budaya, dan hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kawasan jembatan Sikatak UNDIP Tembalang bukan hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga pusat interaksi sosial dan pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut sejalan dengan tagline: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.
Keberlangsungan program CFD di jembatan Sikatak UNDIP Tembalang turut mendukung pertumbuhan peluang ekonomi bagi warga di seputar kelurahan Tembalang. Yang artinya memperkuat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) yang keenam yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth). (Komunikasi Publik/UNDIP/Ut)










