UNDIP, Semarang (7/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar upacara pemberangkatan 9.030 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi multipihak untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Upacara pemberangkatan mahasiswa KKN Tim II Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung di Gedung serbaguna Muladi Dome kampus UNDIP Tembalang pada Selasa, 7 Juli 2026.
Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai wilayah di provinsi Jawa Tengah dengan dua skema pelaksanaan, yaitu KKN Tematik dan KKN Reguler. Sebanyak 4.414 mahasiswa mengikuti KKN Tematik yang tersebar di 23 kabupaten, 74 kecamatan, dan 133 desa/kelurahan, sedangkan 4.616 mahasiswa mengikuti KKN Reguler yang dilaksanakan di 10 kabupaten, 48 kecamatan, dan 453 desa/kelurahan.
Hadir memberikan sambutan, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K, menyampaikan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga diharapkan menjadi solusi berbagai persoalan pembangunan di tingkat lokal.

Salah satu program strategis yang diinisiasi oleh Pemerintah provinsi Jawa Tengah adalah program Kecamatan Berdaya. Tujuannya menjadikan kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa program Kecamatan Berdaya memfokuskan pada empat bidang utama, yaitu perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan generasi muda melalui program zilenial dan pengembangan ekonomi kreatif, pelayanan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, serta pembangunan sarana-prasarana dan pengembangan potensi wilayah. Melalui pendekatan lintas sektor tersebut, mahasiswa KKN diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah.
Gubernur juga meminta kepada Rektor UNDIP untuk memilih 3 mahasiswa KKN yang banyak berkontribusi dan memberikan manfaat di kecamatan tempat melakukan program KKN. Indikator bermanfaat apabila mampu mengaplikasikan ilmunya untuk turut mendukung program pemerintah seperti menurunkan angka stunting dan meningkatkan literasi desa. Kepada 3 mahasiswa yang berhasil akan diberikan bantuan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Senada dengan Gubernur Jawa Tengah, Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. mengatakan kepada mahasiswa bahwa awal tahun 2026 Universitas Diponegoro terpilih menjadi kampus paling kolaboratif di provinsi Jawa Tengah. Rektor menambahkan bahwa UNDIP terus mendukung program pemprov Jawa Tengah seperti: hybrid sea wall, desalinasi, penurunan angka stunting dan program lainnya.
Lebih lanjut Rektor berpesan kepada mahasiswa KKN untuk menjaga nama baik almameter dan bersungguh-sungguh mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
Selain menjalin kerjasama program Kecamatan Berdaya dengan Pemprov Jawa Tengah, KKN UNDIP juga berkolaborasi bersama lembaga lainnya, meliputi: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Sragen; Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di kabupaten Boyolali; PT Patra Logistik kota Semarang; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan dilaksanakan di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Demak; dan juga Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang.

Pelaksanaan KKN TIM II TA 2025/2026 didukung oleh 306 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berperan dalam memastikan proses pembelajaran, pendampingan, serta pelaksanaan program berjalan secara sistematis, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Seluruh program KKN pada periode ini juga dirancang agar berkontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dengan demikian, setiap kegiatan mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui KKN TIM II TA 2025/2026, Universitas Diponegoro kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi. KKN tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mewujudkan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan.(Komunikasi Publik/UNDIP/Ut)











