UNDIP, Batang (8/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama mitra industri resmi meluncurkan program prioritas dan strategis bertajuk “Teknologi Pirolisis Katalitik dalam Pengelolaan Sampah Non Organik menjadi Bahan Bakar untuk Transisi Energi Rendah Karbon di Industri”. Kegiatan riset kolaboratif yang didanai bersama ini mulai dilaksanakan sejak bulan Maret 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Program berskala besar ini mempertemukan tim peneliti dari akademisi Departemen Teknik Kimia UNDIP dengan para praktisi ahli dari sektor industri pengolahan limbah. Kerja sama intensif ini dirancang guna menjawab tantangan global terkait penumpukan sampah plastik sekaligus krisis energi fosil. Melalui inisiasi ini, kedua belah pihak berkomitmen menciptakan sinergi nyata antara hasil riset laboratorium perguruan tinggi dan implementasi operasional di dunia industri.
Sinergi dan Inovasi Teknologi Pirolisis Katalitik
Urgensi dari pelaksanaan program ini didasarkan pada meningkatnya volume sampah plastik campuran non-organik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Di sisi lain, sektor industri saat ini dituntut untuk segera melakukan transisi menuju pemanfaatan energi rendah karbon yang lebih ramah lingkungan. Guna menjembatani kebutuhan tersebut, mekanisme pembagian peran diatur secara komplementer dan terstruktur.
Universitas Diponegoro memegang kendali utama sebagai pengembang teknologi yang bertanggung jawab atas perancangan teknis reaktor pirolisis, sintesis katalis berbasis zeolit, serta analisis kimia komprehensif terhadap kualitas produk menggunakan metode GC-MS dan GC-DHA. Sementara itu, pihak mitra industri yaitu PT. Dahana Solusi inovasi bertindak sebagai implementator lapangan yang menyediakan fasilitas gudang, alat pencacah, pasokan feedstock limbah plastik, hingga pembiayaan tunai dan natura.
Ketua Tim Peneliti Universitas Diponegoro, Prof Didi Dwi Anggoro dalam pernyataannya menyampaikan optimisme yang besar terhadap proyek strategis ini:
“Kolaborasi dengan industri di Batang ini adalah jembatan krusial untuk membawa riset akademik keluar dari laboratorium menuju realitas industri. Proses pengembangan dimulai dengan meng-upgrade alat pirolisis skala 50 kg menjadi 100 kg serta penyempurnaan proses kondensasi dan pengujian hasil produk cair berstandar ASTM. Selanjutnya dengan transformasi desain dari reaktor statis menjadi reaktor berputar, kami berhasil meningkatkan efisiensi pembakaran dan optimalisasi konversi termal secara drastis. Kami menargetkan yield minyak pirolisis mampu mencapai 50-70% pada fase awal dan meningkat hingga 75% di tahun kedua, sehingga produk cair yang dihasilkan benar-benar stabil dan siap pakai sebagai bahan bakar alternatif komersial. Ini adalah langkah konkret akademisi dalam mendukung ketahanan energi nasional.”
Dampak Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat
Implementasi teknologi pirolisis katalitik ini diproyeksikan membawa dampak positif yang masif dan berkelanjutan bagi lingkungan sekitar serta masyarakat luas. Dari sisi ekologis, operasional reaktor berskala pilot ini akan mereduksi berton-ton sampah plastik campuran yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau tercecer membahayakan ekosistem lokal. Masyarakat sekitar turut merasakan manfaat ekonomi dan sosial secara langsung melalui penciptaan lapangan kerja baru, mulai dari sektor pengumpulan sampah, pemilahan, pencacahan, hingga tenaga operator operasional harian di lokasi pabrik.
Agni Sakti selaku Direktur PT. Dahana Solusi Inovasi menyambut antusias dalam proyek strategis ini menyatakan:
“Kami selaku mitra industri sangat antusias dan bangga bisa menjadi bagian dari proyek strategis bersama Universitas Diponegoro ini. Bagi kami, kolaborasi ini bukan sekadar riset di atas kertas, melainkan solusi nyata yang langsung menjawab kebutuhan industri dalam pengelolaan limbah non-organik secara berkelanjutan. Penggantian desain menjadi reaktor berputar yang kami diskusikan bersama tim peneliti terbukti jauh lebih efektif dalam pembakaran material plastik di lapangan. Ke depannya kami berharap untuk dapat segera mengomersialisasikan teknologi ini hingga kapasitas yang lebih besar seperti 1 ton. Kami siap menjadi early adopter yang membawa inovasi pirolisis katalitik ini menuju skala pasar yang lebih luas.”
Selain mengurangi polusi lingkungan, konversi limbah menjadi bahan bakar cair setara bensin dan diesel ini memberikan alternatif sumber energi yang lebih murah bagi industri lokal, yang pada gilirannya dapat menekan biaya produksi dan emisi karbon wilayah. Dengan adanya pemanfaatan kembali gas hasil reaksi sebagai energi internal reaktor, sistem ini juga menerapkan prinsip sirkular ekonomi yang sangat hemat energi dan minim limbah sekunder.
Kontribusi terhadap SDGs dan Perwujudan Visi Universitas
Program kolaborasi strategis antara UNDIP dan mitra industri ini merupakan implementasi nyata dalam mendukung pencapaian Sasaran Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Proyek ini secara langsung berkontribusi pada SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui produksi minyak pirolisis sebagai bahan bakar alternatif rendah karbon. Selanjutnya, inovasi ini mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat peningkatan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dari skala laboratorium hingga mencapai TKT 8 berupa sistem pra-komersial siap industri.
Dampak pengelolaan kebersihan wilayah juga sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah plastik berbasis ekonomi sirkular. Terakhir, sinergi ini memenuhi esensi dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama erat lintas sektor antara dunia pendidikan tinggi dan dunia usaha. Melalui keberhasilan pengembangan inovasi teknologi pirolisis yang aplikatif, bernilai ekonomi tinggi, dan ramah lingkungan ini, Universitas Diponegoro membuktikan komitmennya dalam mengabdi kepada bangsa. Seluruh rangkaian kegiatan hilirisasi riset ini secara utuh didedikasikan untuk mendukung serta menggemakan semangat tagline universitas: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat. (Komunikasi Publik/UNDIP)














