UNDIP, Semarang (26/7) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan kontribusinya dalam penelitian global di bidang gizi dan kesehatan melalui keterlibatan dosen sekaligus peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran, Adriyan Pramono, S.Gz., M.Si., Ph.D., sebagai salah satu penulis artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi Nature Medicine (Q1, SJR 17). Artikel tersebut mengumumkan peluncuran World Diet Initiative (WDI), sebuah inisiatif penelitian internasional yang melibatkan peneliti dari 12 negara untuk mendokumentasikan dan mengkaji pola makan tradisional (heritage diets) sebelum pengetahuan tersebut menghilang akibat perubahan sistem pangan global.
Selama beberapa dekade terakhir, urbanisasi, globalisasi, dan meningkatnya konsumsi makanan olahan telah menyebabkan pola makan tradisional di berbagai belahan dunia semakin ditinggalkan dan beralih ke pola makan bergaya Barat (Western-style diets) yang tinggi kalori, gula, lemak jenuh, dan garam, serta rendah serat dan mikronutrien. Pergeseran pola makan ini sejalan dengan meningkatnya berbagai masalah kesehatan metabolik, sehingga mendorong para peneliti untuk mengkaji kembali potensi biologis dari pola makan tradisional. Padahal, pola makan yang diwariskan secara turun-temurun menyimpan keragaman hayati, budaya, dan potensi ilmiah yang dapat memberikan pemahaman baru tentang hubungan antara makanan, mikrobioma usus, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan metabolik.
Melalui artikel “Studying Vanishing Dietary Diversity Before It Is Lost: The World Diet Initiative” yang diterbitkan di Nature Medicine, para peneliti menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi “perlombaan melawan waktu”. Apabila pola makan tradisional terus menghilang tanpa didokumentasikan dan diteliti secara sistematis, maka kesempatan untuk memahami manfaat biologisnya bagi kesehatan manusia juga dapat hilang seiring waktu.
World Diet Initiative dikembangkan sebagai platform penelitian global untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tentang pola makan tradisional. Inisiatif ini terdiri atas dua komponen utama. Pertama, World Diet Atlas, yaitu basis data terbuka yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk mendokumentasikan berbagai pola makan tradisional di berbagai negara. Atlas ini akan memuat informasi mengenai jenis pangan yang dikonsumsi, cara memperoleh bahan pangan, metode pengolahan, hingga kebiasaan makan yang berkembang di setiap komunitas.
Kedua, World Diet Project, yaitu program penelitian biologis yang menggunakan pendekatan multi-omics untuk memahami bagaimana pola makan tradisional memengaruhi sistem imun, metabolisme, dan mikrobioma manusia.
Keterlibatan Universitas Diponegoro dalam konsorsium internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan penelitian gizi dan kesehatan di tingkat global. Dengan keragaman pangan lokal serta budaya makan yang diwariskan secara turun-temurun, Indonesia menjadi salah satu sumber penting untuk mendokumentasikan dan mengkaji pola makan tradisional yang menjadi fokus World Diet Initiative.
Salah satu penulis dari Universitas Diponegoro, Adriyan Pramono, Ph.D., menjelaskan bahwa keberagaman pola makan tradisional merupakan sumber informasi biologis yang sangat berharga. Menurutnya, setiap komunitas memiliki kombinasi pangan lokal, metode pengolahan makanan, dan kebiasaan makan yang telah berkembang selama ratusan hingga ribuan tahun sehingga kemungkinan memberikan dampak yang berbeda terhadap kesehatan.
“Pola makan tradisional tidak hanya mencerminkan warisan budaya suatu masyarakat yang perlu dilestarikan, tetapi juga menyimpan informasi biologis yang dapat membantu kita memahami bagaimana makanan memengaruhi metabolisme, sistem imun, dan mikrobiota saluran cerna manusia. Melalui World Diet Initiative, kami berharap keragaman pola makan tersebut dapat terdokumentasi dan diteliti sebelum hilang akibat perubahan pola konsumsi masyarakat modern,” jelas Adriyan Pramono Ph.D.
Para peneliti juga menegaskan bahwa inisiatif ini tidak bertujuan untuk menyimpulkan bahwa seluruh pola makan tradisional lebih sehat dibandingkan pola makan modern. Sebaliknya, penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi secara ilmiah komponen pangan dan kebiasaan makan yang benar-benar memberikan manfaat kesehatan berdasarkan bukti biologis yang kuat.
Melalui kolaborasi lintas negara ini, diharapkan akan terbentuk basis data global mengenai pola makan tradisional yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan rekomendasi gizi yang lebih relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan masing-masing negara. Selain mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular, inisiatif ini juga berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya pangan dunia.
Keikutsertaan Universitas Diponegoro dalam World Diet Initiative semakin memperkuat posisi UNDIP sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam riset internasional berdampak tinggi. Capaian ini sejalan dengan komitmen UNDIP untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat global. Semangat tersebut semakin menegaskan jati diri UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Adriyan Pramono Ph.D/ ed. Nurul)






