Mendiktisaintek Brian Yuliarto Hadir di UNDIP, Apresiasi Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Pengelolaan Sampah Terpadu

UNDIP, Semarang (27/7) – Universitas Diponegoro mendapat kehormatan menerima kunjungan kerja Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., pada Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang.

Sebelum mengikuti agenda tersebut, Prof. Brian menunaikan Salat Berjamaah dan menyampaikan Kuliah Subuh di Masjid Kampus UNDIP. Kehadiran Menteri beserta rombongan disambut langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas sejak fajar ini memberikan penguatan spiritual dengan memadukan semangat keilmuan, inovasi dalam membangun kemajuan bangsa.

Kampus Harus Menjadi Gravitasi dan Mercusuar Kemajuan

Mengawali sambutannya, Menteri Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat kampus UNDIP. Ia menekankan proses perjalanan Indonesia menuju negara maju memerlukan ketahanan dan perjuangan bersama, di mana perguruan tinggi memegang peran krusial sebagai motor penggerak peradaban.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa bersilaturahmi ke UNDIP. Sebagai bangsa yang sedang bergerak maju, tantangan dan keterbatasan tentu selalu ada, persis seperti yang dialami negara-negara maju saat mereka merintis pembangunannya. Di sinilah kampus harus mengambil peran sebagai center of gravity sekaligus mercusuar penerang yakni tempat hadirnya inovasi, pemikiran maju, dan solusi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bangsa, serta industri,” ungkap Prof. Brian.

Mendiktisaintek juga menggarisbawahi pentingnya ekosistem internal yang kondusif. Prof. Brian mengajak para dosen untuk bahu-membahu memberikan kontribusi terbaik, seraya mengimbau pimpinan perguruan tinggi agar memberikan kemudahan layanan administrasi dan percepatan kenaikan pangkat tenaga pendidik.

Di sisi lain, keadilan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kementerian. “Pembinaan mahasiswa dan pemerataan akses pendidikan harus terus diperkuat. Dari sekitar 380.000 pendaftar KIP Kuliah, lebih dari 80.000 di antaranya berhasil terjaring di PTN. Ini bukti komitmen kita bersama agar tidak ada anak bangsa yang terhenti meraih cita-cita tingginya hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, Universitas perlu memiliki data yang kuat, sistem pendampingan yang responsif, serta jejaring yang mampu menjangkau mahasiswa yang membutuhkan dukungan.

Lebih lanjut, Prof. Brian mengapresiasi berbagai inovasi aplikatif yang telah diciptakan UNDIP untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. “Mari kita bergotong royong menjawab berbagai tantangan zaman. Saya sangat mengapresiasi terobosan konkret dari UNDIP, seperti teknologi pengolahan air bersih hingga pengelolaan sampah terpadu. Pengalaman berbagai negara sukses membuktikan bahwa kemajuan bangsa selalu berbanding lurus dengan produktivitas kampusnya dalam melahirkan solusi bagi publik. Teruslah mengaplikasikan karya-karya unggulan UNDIP demi kemaslahatan bersama,” pesannya.

Rektor UNDIP menyambut baik arahan dan pandangan yang disampaikan Mendiktisaintek. Ia menilai kehadiran Menteri menjadi dorongan penting bagi UNDIP untuk terus meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Menteri di Kampus UNDIP. Kunjungan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus berbenah dan memperkuat kontribusi kampus. Pagi ini, kami juga akan mengajak Prof. Brian meninjau TPST UNDIP, sebagai wujud komitmen kami dalam pengelolaan lingkungan. Saat ini, UNDIP sudah tidak lagi menyumbang sampah ke TPA Kota Semarang,” ungkapnya.

Menurut Prof. Suharnomo, nilai kebermanfaatan sosial telah menjadi komitmen dasar seluruh civitas academica UNDIP dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. “UNDIP berkomitmen penuh untuk selalu hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Berbagai hasil riset, mulai dari teknologi daur ulang sampah, water treatment untuk daerah yang mengalami kesulitan air bersih, hingga pemanfaatan teknologi ozon dalam pengolahan air untuk sektor pertanian, merupakan bentuk kontribusi kampus dalam menyelesaikan persoalan bangsa,” paparnya.

Selain itu, pengembangan infrastruktur terus kami perkuat. UNDIP memiliki dua kawasan utama, yakni Kampus Tembalang dan Pleburan. “Di Kampus Pleburan, kami baru saja meresmikan Gedung Twin Tower 1 setinggi 14 lantai dan akan memulai pembangunan coworking space Tower 2,” lanjut Rektor UNDIP.

Tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan riset lingkungan, UNDIP juga terus memastikan agar tidak ada mahasiswa yang terkendala masalah ekonomi selama menempuh studi. “Kami juga terus memperluas akses pendidikan. Setiap tahun lebih dari 3.000 mahasiswa menerima penyesuaian UKT, sekitar 20 persen merupakan penerima KIP Kuliah, serta tersedia program beasiswa penuh (full scholarship) hasil kerja sama dengan PT Bayan Resources Tbk untuk Program Studi S1 Agribisnis di Kampus Batang dan S1 Teknologi Bisnis Perikanan dan Kelautan di Kampus Jepara.

Langkah-langkah besar ini tentu tidak lepas dari sinergi dan dukungan luar biasa dari para alumni serta komunitas, seperti Diponegoro Golf Community (DGC) dan pemangku kepentingan lainnya,” pungkas Prof. Suharnomo. Melalui pertemuan ini, UNDIP menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inisiatif baru yang berdampak luas bagi masyarakat. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)

Share this :
SDG-4-150x150-1
SDG-6