UNDIP, Semarang (5/8) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mengawali perjalanan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan penguatan karakter kebangsaan. Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., pada Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP Tahap I, Rabu, 5 Agustus 2026 di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang.
Kuliah umum menjadi bagian dari Sidang Terbuka Senat Akademik sekaligus penyambutan resmi mahasiswa baru ke dalam keluarga besar UNDIP. Pada Tahun Akademik 2026/2027, UNDIP menerima 16.267 mahasiswa baru yang terdiri atas 12.761 mahasiswa program Sarjana (S1), 1.968 mahasiswa program Sarjana Terapan (D4), 663 mahasiswa program Magister (S2), 184 mahasiswa program Doktor (S3), 488 mahasiswa program Profesi, dan 203 mahasiswa program Spesialis.
Dengan tema “Gebyar Wawasan Kebangsaan Lemhannas RI: Memperkuat Nasionalisme, Membangun Pemahaman Geopolitik bagi Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro,” Ace Hasan menyoroti peran strategis generasi muda di era digital. Ia menegaskan, pemahaman geopolitik dan nasionalisme bukan sekadar teori ruang kuliah, tetapi juga kesempatan membentuk karakter dan memahami posisi Indonesia di tengah perubahan dunia. Menurutnya, pemuda unggul harus mengombinasikan tiga hal dasar: kompetensi keilmuan, kekuatan karakter, dan komitmen mendalam terhadap masa depan bangsa.
Gubernur Lemhannas mengapresiasi peran UNDIP sebagai rumah pembentuk karakter yang konsisten melahirkan SDM berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. “Para mahasiswa baru ini merupakan generasi unggul yang berasal dari berbagai latar belakang program studi. Posisi mereka sangat strategis, sehingga penguatan nasionalisme dan rasa cinta tanah air perlu ditanamkan sejak dini,” ujar Ace Hasan saat di-doorstop.
Ia menambahkan, momentum penyambutan kampus idealnya tidak hanya mengenalkan budaya akademik, tetapi juga mengasah kepekaan geopolitik. Nilai-nilai Pancasila diibaratkan sebagai kompas moral utama agar mahasiswa memiliki arah yang jelas dalam beretika dan bertindak.
Menurut Ace Hasan, generasi Z yang hidup di era disrupsi informasi merupakan bagian penting dari bonus demografi. Kemudahan menyerap data digital harus diimbangi dengan filter nilai kebangsaan agar fondasi berpikir mereka tetap kokoh.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para dosen dan pengelola perguruan tinggi untuk mengawal pemanfaatan teknologi berbasis algoritma. Pengawasan ini dinilai krusial agar derasnya arus media digital tidak mengikis ketahanan sosial maupun budaya bangsa.
Kepada mahasiswa baru UNDIP, Ace menitipkan pesan sederhana sekaligus menantang: gunakan masa kuliah untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, dan memperkuat komitmen kebangsaan. Ia mendorong mahasiswa untuk terus belajar tanpa cepat merasa puas, berani berkarya meski menghadapi kemungkinan gagal, berpikir kritis, menjaga integritas, merawat persatuan, dan mencintai Indonesia. “Bangsa yang besar tidak dibangun oleh orang-orang yang hanya pandai berbicara tentang masa depan. Bangsa yang besar dibangun oleh mereka yang bekerja keras mewujudkan masa depan itu,” pesan Gubernur Lemhannas.
Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., menyambut para mahasiswa baru sebagai bagian dari komunitas akademik UNDIP. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi perlu dijalani dengan kesungguhan, tanggung jawab, serta komitmen untuk terus berkembang. “Kami berharap mahasiswa baru dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan prestasi terbaik. Hal itu perlu diraih melalui usaha keras, komitmen tinggi, tanggung jawab, dan doa,” serunya.
Pada kesempatan itu, Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan karakter kebangsaan menjadi bagian penting dalam pembentukan mahasiswa sejak awal memasuki kampus. Menurutnya, kecerdasan akademik perlu berjalan seiring dengan karakter dan kepedulian terhadap masyarakat. “UNDIP berkomitmen menjadi kampus rakyat sekaligus kampus kebangsaan. Kecintaan kepada bangsa harus terlihat dari teknologi, inovasi, riset, dan karya yang bisa kita deliver kepada masyarakat,” tuturnya. Ia mencontohkan pengembangan teknologi pengolahan air (water treatment) hingga KKN tematik sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat.
Prof. Suharnomo turut mengingatkan pentingnya literasi digital bagi para mahasiswa. Kecakapan digital tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi mencakup etika, tanggung jawab, serta kesadaran terhadap jejak yang ditinggalkan di ruang maya. Pendampingan kampus, menurutnya, harus berjalan bersama keterlibatan orang tua agar mahasiswa tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika dan konsekuensi dari setiap aktivitas digital.
“Kita bisa santun di dunia nyata, tetapi jangan sampai kurang santun di dunia maya. Keduanya harus dijaga dengan baik,” katanya. Melalui pembelajaran, penguatan karakter, dan ekosistem kampus yang terus dikembangkan, UNDIP berharap mahasiswa baru tumbuh menjadi lulusan yang unggul sekaligus bermanfaat.
Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyampaikan bahwa perjalanan mahasiswa baru akan dilanjutkan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 10–11 Agustus, Pendidikan Karakter (Pendikar) pada 12–14 Agustus, serta Orientasi Diponegoro Muda (ODM) pada 15 Agustus 2026. Rangkaian tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenal sistem pembelajaran, organisasi kemahasiswaan, serta fasilitas kampus, sekaligus membangun kesiapan untuk menjalani kehidupan akademik yang sehat dan bertanggung jawab.
Rangkaian upacara PMB juga ditandai dengan launching KTM Combo BTN Universitas Diponegoro sebagai bagian dari penguatan layanan bagi mahasiswa melalui kolaborasi UNDIP dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kehadiran KTM Combo BTN ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas akademik, melainkan juga mengintegrasikan layanan perbankan digital untuk memudahkan transaksi harian dan aktivitas akademik mahasiswa di area kampus maupun di luar kampus selama menempuh pendidikan di UNDIP.
Melalui perpaduan antara penguatan wawasan kebangsaan dan kesiapan menghadapi tantangan global, UNDIP meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan berdampak. Dari kampus ini, langkah-langkah kecil mahasiswa diharapkan dapat tumbuh menjadi kontribusi besar bagi Indonesia. (Komunikasi Publik/UNDIP/DHW)










