SRE UNDIP Kembangkan Smart Irrigation Bertenaga Surya, Bantu Petani Mangunsari untuk Hemat Air dan Energi

UNDIP, Semarang (30/7) – Teknologi smart irrigation berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT) dikembangkan mahasiswa yang tergabung dalam Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama NGO Desabumi untuk membantu petani mengelola kebutuhan air secara lebih efisien. Teknologi yang diterapkan di Mangunsari, Semarang, ini memungkinkan proses pengairan tanaman dilakukan secara otomatis berdasarkan kondisi kelembapan tanah sekaligus dipantau melalui telepon pintar.

Dinamai SMART PLTS IoT, sistem tersebut dirancang sebagai solusi atas persoalan keterbatasan air pada musim kemarau serta biaya penggunaan energi konvensional yang dihadapi petani. Sumber energinya berasal dari panel surya bifacial berkapasitas 520 Wp yang mampu menangkap energi matahari dari dua sisi dan menyimpannya dalam baterai LiFePO4 100 Ah.

Sistem irigasi dilengkapi mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah kapasitif, serta sensor suhu DHT21. Data dari sensor digunakan untuk mengetahui kondisi lahan dan menentukan kebutuhan pengairan sehingga air tidak harus dialirkan terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi tanaman.

Melalui integrasi dengan aplikasi Blynk IoT, petani juga dapat memantau kondisi lahan secara real-time menggunakan smartphone. Sistem menyediakan tiga pilihan pengoperasian, yakni AUTO untuk menjalankan pengairan secara otomatis berdasarkan kondisi lahan, MANUAL untuk mengendalikan sistem dari jarak jauh, serta TIMER untuk mengatur jadwal penyiraman sesuai kebutuhan.

Teknologi tersebut dikembangkan melalui proses riset, perancangan, dan perakitan selama beberapa bulan oleh mahasiswa Departemen Innovation & Implementation SRE UNDIP. Pengembangan diarahkan agar pemanfaatan energi terbarukan tidak berhenti pada produksi energi, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan konkret di tingkat masyarakat.

Ketua Pelaksana RE-ACTION 2026, Beryl Cholif Arrahman, mengatakan penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani menggunakan air secara lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.

“Program ini diarahkan untuk mendorong penghematan air dan efisiensi operasional melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di tingkat komunitas,” ujarnya.

Implementasi SMART PLTS IoT menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat RE-ACTION 2026, hasil kolaborasi SRE UNDIP dan Desabumi dalam Equity Project UNDIP 2025. Teknologi tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Teger 02 sebagai pengguna yang diharapkan dapat memanfaatkan sekaligus mengembangkan penerapannya di tingkat kelompok tani.

Presiden SRE UNDIP 2026, Almuhtada Rizal Budiman, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dirancang sebagai model penerapan teknologi energi terbarukan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain membantu pengelolaan air pertanian, inovasi ini juga mendukung upaya pencapaian SDGs 2: Tanpa Kelaparan dan SDGs 7: Energi Bersih dan Terjangkau.

Pengenalan dan penyerahan teknologi kepada kelompok tani dilakukan di UPTD Kebun Bibit Cepoko, Semarang, dengan melibatkan sekitar 75 peserta dari unsur warga dan kelompok tani Kota Semarang. Sejumlah pemangku kepentingan turut mengikuti kegiatan tersebut, antara lain perwakilan Dinas Pertanian Kota Semarang, DLHK Provinsi Jawa Tengah, Institute for Essential Services Reform (IESR), serta CWS Kota Semarang.

Melalui pengembangan SMART PLTS IoT, mahasiswa UNDIP menunjukkan bahwa teknologi energi terbarukan dapat diintegrasikan dengan sistem digital untuk menghasilkan solusi pertanian yang lebih adaptif, hemat energi, dan efisien dalam penggunaan air. (Komunikasi Publik/UNDIP/ Tim SRE ed. Nurul)

Share this :
No data was found